Masih Ada Aktivitas Tambang Dekat Kolong PDAM

  • Whatsapp

Direktur Ngaku Kesal
Penambang Diminta Sinergi

SUNGAILIAT – Direktur PDAM Tirta Bangka, Welindra Bashir mengaku terkadang kesal dengan adanya aktivitas penambangan di dekat kolong PDAM Merawang. Apalagi dengan sudah adanya peraturan daerah (perda) tentang perlindungan sumber air baku ini kata dia, pihaknya lebih ketat mengawasi.

“Dulu belum ada perda pun sudah gencar menghadapi penambang, apalagi sudah didukung Perda. Yang membuat kesal kadang karena penambang tidak bersinergi, mereka tidak pernah menjaga DAM penahan,” kata Weli di ruang kerjanya, Jum’at (12/5/2017).

Menurutnya, PDAM tidak punya kapasitas melarang atau memberhentikan aktivitas tambang, karena lahan yang di tambang adalah milik penambang itu sendiri. Namun ia meminta penambang untuk dapat menjaga kualitas air baku PDAM.

“Jadi masalah itu kalau itu menambang di perbatasan. Kami tidak punya hak melarang orang menambang. Selama tidak bersentuhan dengan PDAM, kami hanya melakukan pengawasan agar limbah tidak masuk ke kolong PDAM,” imbuhnya.

Weli mengaku selama ini limbah tambang tidak masuk ke kolong tapi karena kondisi hujan sehingga DAM penahan jebol.
“Kita minta mereka buat DAM penahan permanen. Sejauh ini tidak begitu pengaruh kepada kualitas sumber air baku. Pelanggan menyalahkan penambahan, itu sah-sah saja. Cukup banyak penambang di sana. Mereka sudah diajak Babinsa janji buat DAM penahan permanen,” bebernya.

Dari PDAM sendiri, dikemukakan Weli bisa membuat DAM penahan namun saat ini masih terkendala status lahan.
“Bisa saja dibangun, apalagi dengan sudah adanya perda. Kami sedang menyusun aset-aset terkait kolong. Kalau sudah jelas kolong diserahkan ke PDAM, status hukum sudah jelas akan kami ajukan ke satker air minum atau satker SDA untuk dibuat DAM. Selama ini setatus lahan belum jelas,” pungkasnya.(snt/10)

Related posts