Marwan : Gas Melon Tidak Langka

  • Whatsapp

Pangkalan Disebut Salahgunakan Kepercayaan
Pemprov Akan Awasi Langsung

PANGKALPINANG- Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Babel, Marwan menegaskan, di Babel sebetulnya tidak mengalami kelangkaan gas elpiji 3 Kg dan solar. Hanya saja, dalam pendistribusiannya ada yang tak tepat sasaran, sehingga terkesan keberadaan gas melon ini berkurang.

Ia menyebutkan, untuk menyikapi kelangkaan gas melon ini, pihaknya sudah mengundang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Disperindag Babel untuk duduk bersama membahas persoalan ini, serta diundang juga dari Pertamina namun tidak hadir.

“Dari pembahasan kita bahwa sebetulnya kuota gas subsidi ini tidak berkurang, pada 2016 lalu sebanyak 25.000 ton dan dimungkinkan meningkat 10 persen di tahun ini, jadi artinya tidak ada yang susah mencarinya,” tegas Marwan, kemarin.

Ia menilai, dalam pendistribusian gas bersubsidi ini yang bermasalah, sehingga masyarakat merasa kesulitan mendapatkan gas lantaran sudah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak tepat sasaran mengingat tidak ada syarat khusus untuk mendapatkan gas subsidi ini.

“Setelah mendapat keterangan dari Dinas ESDM dan Disperindag, terjadi masalah pendistribusian kurang tepat ada masalah, pendistribusian ini dari pertamina ke agen, kemudian disalurkan ke pangkalan, semestinya dari pangkalan itu langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Tetapi di lapangan, sambung mantan Karo Kesra ini, dari pangkalan banyak dimanfaatkan oleh pemilik toko atau pengecer untuk dijual ke masyarakat, dan dibeli oleh rumah makan serta usaha lainnya dan orang-orang kaya.

“Dari harga yang semestinya di pangkalan HET Rp15.900/tabung, kemudian dijual kembali oleh pengecer ada yang Rp20.000, ada yang dibeli rumah makan yang semestinya tidak diperbolehkan menggunakan gas melon ini,” tandasnya.

“Oleh karena itu, karena banyak disalurkan ke bukan yang harus mendapat subsidi gas ini menjadi susah didapat, padahal kuota penuh,” tambah Marwan.

Untuk menyikapi hal ini, sambungnya, pihaknya akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan Pertamina, agar lebih ketat dalam mengawasi pendistribusian gas subsidi, dan selain itu, Pemprov pun akan memperketat pengawasan bersama instansi terkait.

“Sebetulnya ini tanggungjawab agen untuk membina pangkalannya, karena yang membentuk pangkalan ini adalah agen, dalam waktu dekat kita akan panggil agen dan pertamina,, kenapa ini terjadi, sampai dimana pembinaan mereka, kalau gak bisa diselesaikan izin agen kita tinjau ulang, dan kita perketat pengawasan,” tegas Marwan.(nov/10)

Related posts