Mardiono Temukan Mayat Anaknya Melalui Pertanda

  • Whatsapp
Proses evakuasi jenazah korban dilakukan petugas kepolisian dibantu warga setempat. (foto: Dodi)

Dengar Suara Air Ditampar 3 Kali
Korban 9 Hari Menghilang

TANJUNGPANDAN – Sesosok mayat ditemukan mengapung dalam keadaan membusuk di kolong Air Bulak, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Belakangan identitas mayat diketahui bernama Enggi (27), warga Jalan Fajar Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Tanjungpandan, yang sempat menghilang sejak Senin (26/8/2019) lalu.

Jasadnya diketemukan oleh ayahnya sendiri, Mardiono (55) warga Desa Simpang Tiga Belitung Timur dan Ferli (32) warga Jalan Desa Perawas, Tanjungpandan, saat menyisir pinggir kolong Air Bulak.

Mardiono mengaku sempat mengalami kejadian aneh sesaat sebelum menemukan mayat yang mengapung tersebut. “Aku dengar suara air ditampar sampai tiga kali. Bagas (keras, red) benar suara itu. Mungkin itu pertanda,” kata Mardiono kepada Rakyat Pos di RSUD dr H Marsidi Judono.

Ia menyebutkan korban pergi dari rumah dalam keadaan telanjang bulat, saat itu ibu korban hendak memberinya celana untuk dipakai. Namun korban lari ke arah tempat penemuan mayat tersebut dan hilang.

“Waktu itu ada yang lihat dia (korban, red) lari sambil telanjang. Tapi kami cari nggak ketemu, baru ketemu pada hari kesepuluh ini,” tandas Mardiono.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, kedua penemu tersebut bersama warga lainnya sengaja mencari keberadaan Enggi yang hilang 9 hari lalu. Setelah dua jam pencarian, Mardiono yang merupakan ayah Enggi melihat sesosok mayat yang mengapung.

“Setelah melakukan pencarian dua jam lebih warga bersama orang tua korban, ditemukan sesosok mayat yang diduga adalah Saudara Enggi yang mengapung di permukaan air. Ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB,” kata AKBP Yudhis Wibisana.

Jenazah Enggi ditemukan dalam keadaan mengenaskan setelah diperkirakan beberapa hari terendam di kolong tempat ditemukannya. Bahkan beberapa bagian tubuh hilang menyisakan tulang.

Korban diketahui mengalami gangguan jiwa dan menjalani pengobatan jalan di rumah sakit jiwa di Sungailiat. Saat dikabarkan hilang, Enggi pergi dari rumah tanpa mengenakan busana.

“Korban pergi dari rumah pada hari Senin tanggal 26 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan telanjang mengarahkan ke Jalan Fajar, tepatnya ke lokasi penemuan mayat,” jelas AKBP Yudhis.

Jenazah korban lalu dievakuasi petugas kepolisian yang menerima laporan adanya penemuan mayat tersebut ke RSUD dr H Marsidi Judono. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa mayat yang ditemukan merupakan Enggi.

“Tim identifikasi melakukan olah TKP penemuan mayat dan meminta keterangan saksi-saksi penemuan mayat. Sekarang masih dilakukan visum et repertum,” pungkas AKBP Yudhis Wibisana. (dod/6)

Related posts