Mantapkan Raperda Perlindungan Lingkungan Geologi, Pansus DPRD Babel Kunjungi Jateng

  • Whatsapp
Pansus Raperda Perlindungan Lingkungan Geologi DPRD Babel foto bersama disela-sela berkunjung ke Jateng.(foto: ist/hepy).

RAKYATPOS.COM, SEMARANG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Lingkungan Geologi yang merupakan salah satu Raperda inisiatif DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan poin penting yang harus diselesaikan untuk menjaga dan melestarikan warisan alam ataupun geologi yang ada di Bumi Serumpun Sebalai.

Raperda ini, dipandang penting selain memberikan jaminan kepastian akan keberlangsungan lingkungan geologi yang ada di Babel juga sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan masyarakat yang ada di Babel.

Read More

Dalam rangka memantapkan Raperda Perlindungan Lingkungan Geologi tersebut, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Babel mengunjungi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Semarang, Selasa (13/10/2020).

Dinas tersebut, merupakan salah satu sumber yang telah memiliki beberapa regulasi dan produk hukum berkaitan dengan lingkungan, pariwisata dan pertambangan yang dapat menambah informasi dan referensi yang akan dituangkan dalam draft Raperda Inisiatif DPRD Babel.

Ketua Tim Pansus DPRD Babel, Johansen Tumanggor mengatakan, Raperda Perlindungan Geologi ini, akan banyak memberikan manfaat bagi pariwisata Babel kedepannya. Dimana dengan berkembangnya pariwisata dapat memberikan peningkatan perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM dan pelaku pariwisata.

Menurut Johansen, Raperda ini, merupakan salah satu cara menyelamatkan kekayaan geologi dan keindahan alam yang dimiliki Babel, sehingga kedepannya masih bisa dirasakan oleh anak cucu sebagai generasi masa depan.

“Apalagi sekarang, Babel sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata baru, dimana salah satu menjadi daya tariknya adalah keunikan bentang alam yang dimiliki Babel itu sendiri  seperti keragaman geologi (Geodiversity), Warisan Geologi (Geoheritage), dan keanekaragaman hayati (Biodiversity), kemudian disebut sebagai Taman Bumi (Geopark). Semuanya itu, diatur dan dituangkan dalam pasal-pasal yang tertuang di Raperda,” jelas Johansen.

Kedepannya bila Raperda ini, sudah ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), Johansen Tumanggor berharap, akan ada Perda Pariwisata yang dapat saling bersinergi atau sebagai penunjang raperda perlindungan lingkungan geologi ini.(rel/hepy).

Related posts