Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Mantan Mertua Ngaku Spontan Bunuh Jamrong

Press release kasus pembunuhan di Desa Sungaiselan Atas Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu pekan kemarin. Tampak gelar kasus disampaikan oleh Wakapolres Kompol Hasbi JR didampingi Kabag Ops Kompol Yudha Wicaksono, dan Kasat Reskrim AKP. Rais Muin di Mapolres Bateng, Jum'at (05/03/2021). (Foto: Tamimi). .
Press release kasus pembunuhan di Desa Sungaiselan Atas Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu pekan kemarin. Tampak gelar kasus disampaikan oleh Wakapolres Kompol Hasbi JR didampingi Kabag Ops Kompol Yudha Wicaksono, dan Kasat Reskrim AKP. Rais Muin di Mapolres Bateng, Jum'at (05/03/2021). (Foto: Tamimi). .

 

RAKYATPOS.COM, KOBA - Pembunuhan yang terjadi di Desa Sungaiselan Atas Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) pada Rabu (03/03/2021) pekan kemarin pukul 13.00 WIB terungkap.

Pasalnya, tersangka AH nama Abdul Hadi (68) mertua korban mengaku spontan muncul niat membunuh korban bernama Andri Budiman (AB) alias Jamrong (44)  dengan melayangkan sebilah parang ke bagian kepala korban sebanyak lima kali.

Akibat kejadian yang dipicu persoalan keluarga tersebut, korban AB mengalami luka berat di sekujur kepala, sehingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Meski dirawat, namun nyawa korban sudah tak terselamatkan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan press release yang digelar Polres Bateng pada Jum'at (05/03/2021) disampaikan oleh Wakapolres Kompol Hasbi JR didampingi Kabag Ops Kompol Yudha Wicaksono, dan Kasat Reskrim AKP. Rais Muin.

Wakapolres menceritakan,  penganiayaan tersebut terjadi secara spontan saja tanpa terencana karena AH menyerang korban sembari membawa sebilah parang yang diambil dari tempat pencucian piring belakang rumah setelah mendengar teriakan minta tolong dari istri tersangka.

Kemudian tersangka menyerang dan membacok AB sebanyak lima kali bacokan pada bagian kepala. Akibatnya, AB bersimbah darah hingga nyawanya tak tertolong karena kehabisan darah.

"Peristiwa penganiayaan itu tanpa berencana. Hal itu kita dapat dari keterangan tersangka bahwa kejadian pembacokan secara spontan karena tak terima melihat anaknya dalam posisi tercekik disela-sela bergumul dengan korban yang waktu kejadian posisi korban diatas, sedangkan anaknya bernama Dahlan Patoni (DP) dibawah. Daripada anaknya terjadi apa-apa, tersangka langsung serang korban sambil bawa parang. Pada hari itu juga, tersangka AH langsung menyerahkan diri ke polisi," cerita Wakapolres.

Memang sebelum kejadian lanjut Wakapolres, semenjak AB pisah dengan Hartuti anaknya AH, korban sering mendatangi rumah tersangka bermaksud ingin menjalin komunikasi lagi dengan mantan istrinya itu. Akibat keseringan AB tersebut, mendapatkan teguran dari AH bermaksud nasihat selaku orang tua.

"Memang korban sejak pisah dengan istrinya yang merupakan anak dari tersangka sering ke rumah AH. Selaku orang tua, kemudian tersangka menasihati korban agar jangan ganggu anaknya, silakan kalau mau rujuk," ungkapnya.

Ia menambahkan, latar belakang pelaku tak ada mengarah ke sakit jiwa, tersangka merupakan orang terpandang sebagai tokoh agama dan pengurus masjid.

"Tersangka terancam dikenakan pasal 338 KUHP Jo pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 7 tahun penjara," tandasnya. (ran). 

Diatas Footer
Light Dark