Mantan Kadis ESDM Babel Tersangka Korupsi

  • Whatsapp
Edi Ermawan

Ditetapkan Bersama Kontraktor dan Pelaksana
Dugaan Tipikor PJU Rp2,9 Miliar

PANGKALPINANG – Penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Babel pada Kamis (1/8/2019) lalu, kini mulai membuahkan hasil.

Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) akhirnya secara resmi merilis penetapan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun Anggaran 2018 dengan 100 titik di Pulau Belitung yang dilaksanakan oleh Dinas ESDM Provinsi Babel.

Ketiga tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, yaitu mantan Kepala ESDM Babel Suranto Wibowo alias SW dengan Surat Perintah Penyidikan No. Print -534/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019.

Sedangkan tersangka lainnya, yakni Direktur PT Niko, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan proyek tersebut, Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Perintah No. Print -535/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019. Dan terakhir, Candra alias C sebagai pelaksana proyek pembangunan PJU senilai Rp2,9 miliar itu, ditetapkan dengan Surat Perintah No. Print -536/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019.

“Sekarang, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan keterangan yang dilengkapi dengan dokumen, maka sudah ada penetapan tersangka. Pada hari ini juga, sudah dikeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang sudah ada nama tersangkanya,” ungkap Asisten Tipidsus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan saat konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (12/8/2019).

Kali pertama ini, diakui Edi pihaknya baru menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. “SW sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), C sebagai pelaksana dan dia bersama-sama dengan Hidayat. Kalau Hidayat ini dia Direktur PT Niko yang mendapatkan pekerjaan ini,” tuturnya.

Dikatakan Asspidsus, selanjutnya ketiga tersangka akan menjalani sejumlah pemeriksaan intensif pasca penetapan itu. “Pemeriksaan tersangka belum. Secepatnya (pemeriksaan tersangka), ini ada Kasidik,” ungkapnya sembari menunjuk ke arah Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Himawan yang tepat berada di sampingnya.

Dilansir dalam berita sebelumnya, penggeledahan di Kantor ESDM Babel tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB yang dipimpin oleh Aspidsus Edi Ermawan beserta rombongan. Edi beserta tim jaksa langsung menuju ke ruang Kepala Dinas (Kadis) ESDM untuk mencari bukti dugaan korupsi PJU yang merugikan keuangan negara.

Usai digeledah, ruangan kadis langsung disegel jaksa dan tim lainnya juga menggeledah ruang Sekretaris Kadis ESDM. Tak pelak, ruangan Sekretaris juga disegel Aspidsus dan jaksa, penggeledahan tersebut didampingi Plt Kadis ESDM Ir. Rusbani.

“Loh kan kamu Plt (Pelaksana Tugas-red), masa kamu dak tahu. Kau banyak dak tau, dak tahu,” sindir Aspdidsus di depan Plt Kadis ESDM Babel, Rusbani saat menggeledah di ruang Kabid Pertambangan Mineral Logam Amir Syahbana, ST. “Dia protes, disegel dulu. Kalau proses sudah selesai baru,” sambung Edi Ermawan.

Ia sempat menanyakan kepada Plt Kadis ESDM mengenai keberadaan satu unit brankas yang ada di ruangan Kabid Pertambangan Mineral Logam. “Ini brankas uang ya, mana kunci brankasnya ?. Di brankas ini, ada duitnya gak,” cecarnya.

Edi juga membentak dan memarahi Rusbandi selaku Sekretaris yang pada era Kadis ESDM Babel dijabat oleh Ir. Suranto Wibowo. “Kau kan sekretaris, masa tidak tahu. Padahal 2009 kau di sini. Di sini ya mengeluarkan izin tambang, kau sudah tahu izinnya kenapa kau disposisikan. Masih saja tetap kau keluarkan izinnya,” bentak Edi.

Sementara itu, Plt Kadis ESDM Babel, Rusbani menyebut bahwa ruangan yang digeledah langsung oleh Aspidsus dan jaksa lainnya merupakan ruang Kabid Pertambangan Mineral Logam. “Ini ruangan Pak Amir, dia ke Bakuda dan kita tadi menyuruhnya keluar. Oh, itu kekurangan berkas pak. Sudah pak, kan sudah diperiksa,” tuturnya.

Ia justru berdalih kepengurusan izin pertambangan dikeluarkan oleh pihak Bakuda, melainkan bukan di ESDM. “Kalau izin, bukan di sini Pak. Kalau memang tidak lengkap, tidak usah kita keluarkan suratnya. Dak tahu pak ada duitnya gak,” elak Rusbandi. “Segel ini, periksa dulu brankasnya. Duit siapo ini,” tegas Edi.

Adapun enam ruangan yang digeledah tim khsusus Kejati Babel, yaitu Bidang Pertambangan Mineral Logam, Bidang Energi, Ruang Kepala Dinas dan Sekretaris, Bidang Geologi dan Air Tanah, Ruang Perencanaan serta Sub Bagian Keuangan.

Dari penggeledahan itu, tim berhasil mengamankan sebanyak 26 dokumen penting dan menyegel empat ruangan, yaitu ruang kantor kepala dinas dan sekretaris, Bidang Pertambangan Mineral Logam, Bidang Energi, dan ruang perencanaan.

“Seluruh dokumen penting yang ada disana kami amankan, satu koper penuh ada 26 item. Ada empat ruang yang disegel. Penyegelan ini sebagai upaya mengantisipasi dalam proses penyidikan,” kata Kasi Penyidikan Kejati Babel, Imawan.

Tak hanya menggeledah ruangan, tim penyidik juga menyegel ruangan yang diperiksa. “Intinya kita tidak mau diganggu pihak lain saat melakukan pemeriksaan diruangan, makanya kami segel ruangannya,” tukas Imawan.

Sebelumnya pihak penyidik Pidsus Kejati Babel telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang mulai dari panitia lelang, penyedia barang hingga para pejabat di lingkungan Dinas ESDM, salah satunya mantan Kepala Dinas ESDM, Suranto.

Kasus proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum ( PJU) Tahun Anggaran 2018 dengan 100 titik di Belitung tersebut dilaksanakan oleh Dinas ESDM Provinsi Babel. Proses pemeriksaan memasuki pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan PJU senilai Rp 2.983.141.627,40 tersebut. Dan diduga kuat terjadi penyimpangan yang membuat negara dirugikan.

Pekerjaan Pembangunan PJU Tenaga Surya ini dilaksanakan oleh PT NPM berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 671/1631.a/SP-PJUTS/ESDM/2018 tanggal 27 Agustus 2018. Penggeledahan dan penyegelan di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Babel, Kamis (1/8/2019) siang tadi, menemukan sebuah cek kosong yang sudah ditandatangi Kepala Dinas ESDM.

Temuan itu membuat kaget Adpidsus Kejati Babel, Eddi Ermawan, yang memimpin langsung penggeledahan tersebut. Cek bertuliskan Bank SumselBabel tersebut, Eddi temukan saat menggeledah salah satu laci pada meja kerja di ruang bendahara Dinas ESDM.

Menurutnya, sangat tak wajar sebuah cek yang sudah ditandatangi seorang kepala dinas tanpa ada nominal uang yang akan dicairkan.“Kau tandatangan ini gak tahu moninalnya berapa. Berapa nominalnya,” kata Eddi, sembari menunjukan buku cek tersebut kearah Plt Kepala Dinas ESDM Pemrov Babel, Rusbani. “Sudah dikasih tahu (nominalnya) pak,” sahut Rusbandi singkat.

Dalam kesempatan itu, Eddi langsung memberikan masukan kepada Rusbandi, agar berhati-hati dan tidak ceroboh saat bertugas. “Setiap kau tandatangan cek, kau catat disitu (nominalnya) biar kau tidak dibohongi anak buah disini, itu caranya,” tegas Eddi, yang hanya dijawab dengan kata ‘siap’ oleh kepala dinas.

Plt Kepala Dinas ESDM Pemprov Babel, Rusbani, menolak saat dimintai keterangan. “Nanti dulu lah kan belum selesai, tanya sama pihak kejati saja ya,” katanya. Penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu dan baru selesai sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya pihak penyidik Pidsus Kejati Babel telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang mulai dari panitia lelang, penyedia barang hingga para pejabat di lingkungan Dinas ESDM, salah satunya mantan Kepala Dinas ESDM, Suranto.

Kasus proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum ( PJU) Tahun Anggaran 2018 dengan 100 titik di Belitung tersebut dilaksanakan oleh Dinas ESDM Provinsi Babel.

Proses pemeriksaan memasuki pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan PJU senilai Rp 2.983.141.627,40 tersebut dan diduga kuat terjadi penyimpangan yang membuat negara dirugikan. (bis/1)

Related posts