Mantan Ka Rupbasan Setor Rp400 Juta

  • Whatsapp

Kembalikan Kerugian Negara

PANGKALPINANG – Joko Suwarno, mantan Kepala Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Pangkalpinang, sepertinya benar-benar melakukan tindak pidana korupsi menggelapkan, menukar dan menjual barang bukti timah balok sebanyak 1,6 ton. Pasalnya, keluarga tersangka baru-baru ini mendatangi Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dan mengembalikan kerugian negara sebesar 400 juta rupiah.
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, Hendi Ariffin mengatakan uang kerugian negara yang diduga hasil dari penjualan barang bukti tersebut dikembalikan keluarga tersangka pada Senin lalu dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pangkalpinang, Samhori.
“Uangnya kita simpan di Kejari, nanti apabila putusan sudah inkrah barulah disetorkan ke kas negara,” ungkap Hendi kepada wartawan, Kamis (22/11/2017) sore.
Dia mengatakan, untuk perkara tipikor Joko Suwarno ini sudah masuk tahap II dan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.
“Tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke JPU dan rencanannya Senin nanti akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.
Saat disinggung apakah ada penambahan tersangka terkait kasus ini, Hendi mengatakan akan melihat fakta di persidangan. “Belum ada tersangka baru, cuma mantan Kepala Rupbasan Saudara JS saja, namun kita lihat nanti saat di persidangan,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kejari Pangkalpinang telah melakukan penahanan terhadap Joko Suwarno, Kamis lalu (9/11/2017). Dia ditahan oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang usai diperiksa beberapa jam sebagai tersangka dalam perkara dugaan penukaran dan penjualan barang bukti tindak pidana.
“Jam 13.00 secara resmi Penyidik Tipikor Kejari Pangkalpinang telah melakukan penahanan terhadap tersangka JS yang diduga telah melakukan penggelapan barang bukti timah yang telah dititpkan di Rupbasan oleh Kejari Pangkalpinang pada September lalu. Dan tersangka dititipkan di Lapas Tuatunu untuk ditahan dalam jangka waktu 20 hari,” ungkap Plt Kajari Pangkalpinang, Meiza Khoirawan melalui Kasi Intelijen, Hendi Arifin usai penahanan dilaksanakan.
Dalam melakukan aksinya, modus tersangka adalah dengan cara menukar barang bukti balok timah cetakan rumahan, dengan timah batangan yang sudah tidak memiliki kadar SN lagi.
”Untuk BB yang asli sendiri diduga sudah dijual oleh tersangka. Sampai saat ini tersangka baru satu orang yang kita tetapkan, nanti ada penambahan tersangka atau tidak kita lihat saja dari hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Tapi Hendi kala itu menegaskan penyidik sudah mengantongi nama orang yang menjadi penadah dari penjualan barang bukti tersebut. Namun hingga kemarin penadah itu belum juga ditangkap.
”Pembeli sendiri sementara ini masih kita kejar dan lacak, namun identitasnya sudah kita kantongi akan tetapi saat ini belum bisa saya beberkan,” ujarnya.
Dia mengatakan dari perhitungan penyidik tipikor Kejari, kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan Joko Suwarno ditafsir sekitar 400 juta rupiah.
”Dari keterangan ahli kerugian negara sampai dengan 400 juta rupiah. Atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang Undang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tutupnya. (bum/1)

Related posts