Mantan Asisten drg. Susi Divonis 3 Bulan Penjara

  • Whatsapp

Terbukti Beri Keterangan Palsu

SUNGAILIAT – Babak persidangan perkara pidana keterangan palsu dengan terdakwa Susilawati alias Ela, sudah berakhir. Mantan asisten rumah tangga drg. Susilawati ini dinyatakan terbukti bersalah sehingga divonis hukuman tiga bulan penjara.

Sebelumnya, pada perkara pencurian dalam rumah tangga dengan terdakwa Hengki di tahun 2016 silam, Ela telah menjerumuskan mantan suami majikannya itu dan memberikan keterangan palsu dibawah sumpah ketika menjadi saksi. Akibat keterangannya, Hengki menjadi terpidana karena majelis hakim memvonisnya bersalah dengan hukuman 4 bulan masa percobaan.

Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, R. Narendra SH. MH. kepada wartawan usai persidangan Selasa (22/10/2019) kemarin, membenarkan putusan terhadap Ela selama 3 bulan penjara lantaran terbukti bersalah dan melanggar pasal 242 KUHP.

“Jadi hari ini sudah dibacakan putusan terdakwa Susilawati alias Ela. Putusannya sama, sama diajukan penuntut umum selama 3 bulan,” jelas R. Narendra, SH. MH kepada wartawan.

Menurut hakim yang akrab disapa Kiki ini, Ela terbukti melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu dibawah sumpah. Dan dalam vonis ini, terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut.

“Bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bawah sumpah. Jadi terdakwa menyampaikan menerima putusan tersebut,” jelasnya.

Pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman 3 bulan kepada Ela, menurut Kiki karena selama proses persidangan terdakwa telah mengakui perbuatannya. Selain itu terdakwa merupakan Ibu Rumah Tangga. Antara terdakwa dan saksi korban pun sudah saling memafkan.

“Perbuatannya dinyatakan terbukti. Kita juga selama persidangan terdakwa mengakui kesalahannya. Dia juga merupakan IRT, dan antara terdakwa dan saksi korban sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Mengenai eksekusi, Kiki mengatakan hal tersebut merupakan wewenang penuntut umum. Hanya saja dalam putusan yang dibacakan majelis hakim Oloan E.H, SH. MH berbunyi masa hukuman Ela akan dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan.

“Eksekusi tanya penuntut umum. Selama ini terdakwa ditahan. Putusan tadi bunyinya masa penangkapan dan penahanan dikurangi,” tukasnya.

Sebelumnya dalam sidang pembacaan nota pembelaan pekan lalu, Ela mengakui perbuatannya dan meminta majelis hakim meringankan hukuman yang akan ia terima. Sementara dalam sidang agenda tuntutan, JPU Mila Karmila pada Selasa (1/10/2019) silam menuntut Ela dengan hukuman 3 bulan penjara lantaran dinilai melanggar pasal 242 ayat 1 KUHP tentang keterangan palsu. (2nd/1)

Related posts