Mantan Anak Buah Dokter Hendra Jadi Saksi

  • Whatsapp

Besok, Sidang Koruptor Alkes Digelar

Sidang dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) RSUP Ir Soekarno yang menyeret DR. Hendra Kusuma Jaya sebagai terdakwa, akan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Rabu besok (19/4/2017). Sidang dengan beragendakan meminta keterangan saksi tersebut akan menghadirkan 4 saksi yang kesemuanya merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
“Ada empat saksi yang akan kita hadirkan dalam sidang Dr Hendra Kusuma Jaya pada Rabu (19/4/2017) nanti. Mereka semuanya dari kalangan panitia lelang,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel, Sarpin kepada Rakyat Pos, Senin (17/4/2017) sore.
Empat saksi tersebut terdiri dari ketua panitia lelang/staf Balai Benih udang Tanjung Krasak Toboali yang kini berdinas di kantor DKP Babel, mantan Sekretaris Dinkes Babel dan PNS Dinas Pekerja Umum (DPU) Babel.
“Sesuai dengan permintaan majelis saksinya ada empat orang. Sidang ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” bebernya.
Dalam berita sebelumnya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Hendra Kusuma Jaya yang sebelumnya sempat lolos dari jeratan kurungan, akhirnya dibui ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tua Tunu Pangkalpinang, Rabu (1/4/2017) sore.
Sebelum dibui, Dr. Hendra sempat menjalani sidang perdana di Ruang Sidang Garuda, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang Rabu pagi dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) RSUP Ir Soekarno di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Selain menyeret Dr. Hendra, dalam kasus korupsi alkes itu juga melibatkan Herman Abdullah selaku Kasubbag Keuangan Dinkes Babel yang juga berperan sebagai PPTK proyek pengadaan Alkes RSUP Ir Soekarni tahap 1 tahun 2011.
Dr. Hendra selaku pejabat Pengguna Anggaran (PA) merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam perkara ini ditahan oleh hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang yang diketuai oleh Siti Hajar Siregar usai disidang.
Dalam persidangan, jaksa telah membacakan dakwaan tentang para terdakwa sudah terlihat korupsi pengadaan alat-alat kesehatan tahun 2011 tahap 1 senilai Rp17.516.466.900 untuk Rumah Sakit Umum Provinsi Bangka Belitung di Desa Air Anyir.
Penuntut umum menilai, para terdakwa melawan hukum dimana telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir JPU kurang lebih Rp3.812.500.000.
Adapun item barang yang dikorupsi tersebut berupa barang CT-Scan 64 Slide merk Philips type ingenuity. Bagi jaksa perbuatan para terdakwa ini telah menyebabkan kerugian negara tepatnya telah memperkaya Azwar Agus selaku direktur CV Telomoyo.
Para terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55ayat (1) ke 1 KUHP. (bis/6)

Related posts