by

Manajemen Sebagai Penunjang Kualitas Pendidikan

Oleh: Dona Lisna Dewi
Mahasiswa IAIN SAS BABEL

Pendidikan pada saat ini, menjadi suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Karena melalui pendidikan, manusia dapat berkembang dengan baik dan bermanfaat bukan hanya untuk diri nya sendiri, namun juga kepada orang lain disekitarnya. Selain itu, fitrah manusia memang membutuhkan pendidikan, manusia butuh menjadi orang yang mandiri, manusia butuh mengerti banyak hal di dunia ini, manusia juga harus mempunyai ilmu untuk dapat mengenal Agama yang dianutnya. Dan untuk mempermudah memahami semua itu, manusia butuh pendidikan sebagai fasilitasnya.
Apa jadinya jika manusia tak diberikan pendidikan, terlebih pendidikan pada saat usia yang masih dini ? Tentu kita akan dapat mudah melihat perbedaannya. Orang-orang yang berpendidikan akan bersikap sopan santun, baik dalam berbicara, dan malu untuk berbuat keburukan. Sedangkan orang yang kurang didikan akan bersikap sesukanya, berbicara kasar, dan jarang menghargai orang lain. Pendidikan yang dimaksud tidak hanya pendidikan yang didapatkan secara formal di lembaga pendidikan, tapi juga bisa didapatkan melalui pendidikan informal dari orang tua, lingkungan, dan masyarakat. Bahkan pendidikan informal ini, kerap lebih berpengaruh bagi kecerdasan afektif seseorang.
Berbicara mengenai pendidikan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha meningkatkan kecerdasan seseorang dalam tiga ranah sekaligus, yakni kecerdasan kognitif (Pengetahuan), Afektif (Emosional/sikap), dan Psikomotorik (gerak gerik).
Namun, permasalahan yang sering terjadi dan sering dipertanyakan dalam pendidikan adalah masalah kualitas dalam pendidikan itu sendiri. Terlebih dalam pendidikan formal yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Kita dapat menilai dengan sendirinya, apakah pendidikan yang kita dapatkan di sekolah yang kita pilih itu sudah berkualitas atau masih banyak kekurangannya. Mengapa demikian? Banyak faktor yang terjadi mengapa kualitas di suatu lembaga pendidikan masih banyak kekurangannya, bisa karena faktor internal (masalah didalam sekolah) maupun faktor eksternal (masalah diluar sekolah).
Pada tulisan ini, Penulis hanya memfokuskan pada permasalahan yang terjadi didalam sekolah, masalah yang terjadi didalam sekolah biasanya berawal dari manajemen pendidikannya yang kurang baik. Manajemen pendidikan secara umum berarti suatu proses perencanaan, penyusunan, pelaksanaan dan pengawasan dalam pengelola segala sumber daya berupa manusia, uang, materi, metode, mesin, waktu dan informasi untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dalam bidang pendidikan. Atau lebih sederhananya peran manajemen sangat teramat dibutuhkan dalam pendidikan, karena dari terbentuknya bangunan sekolah, anggaran dana yang dibutuhkan, perekrutan siswa baru, jadwal mata pelajaran, pembagian kelas, dan lain sebagainya itu membutuhkan peran manajemen pendidikan.
Manajemen pendidikan memiliki beberapa fungsi dan peran, sehingga dapat menunjang kualitas bagi lembaga pendidikan. Fungsi dan peran tersebut ialah pertama, sebagai perencanaan, dalam hal ini manajemen pendidikan wajib memastikan semua sumber daya diberbagai bidang mempunyai peta kerjanya masing-masing sesuai dengan tujuan dari lembaga pendidikan itu sendiri. Kedua, melakukan pengorganisasian, yakni, manajemen pendidikan menghimpun berbagai bidang sesuai dengan ranahnya agar memudahkan pencapaian tujuan. Ketiga, manajemen pendidikan penting untuk menggerakkan sumber daya dan mendorong melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini penting agar kinerja semua warga sekolah efektif. Keempat, sebagai pengawas dan evaluasi agar sumber daya dapat terkontrol dengan baik, dan tetap berjalan sesuai dengan tujuan. Apabila ada hal yang tidak sesuai, maka perlu untuk diluruskan atau dievaluasi kembali. Biasanya, pada bidang ini, diambil alih oleh kepala sekolah sebagai pimpinan dalam lembaga pendidikan.
Dari keempat fungsi dan peran manajemen pendidikan tersebut, akan memudahkan peningkatan kualitas bagi lembaga itu sendiri, dan memberikan hasil yang baik, namun tentu saja hal itu membutuhkan kekompakan dan gotong-royong antar satu anggota dengan anggota yang lain dalam memerankan tugasnya masing-masing serta rasa tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan.
Manajemen yang telah berhasil diterapkan dalam suatu lembaga memiliki beberapa manfaat yang dirasakan oleh peserta didik, para guru, staf, kepala sekolah, dan sekolah itu sendiri. Yakni, seperti dapat meningkatkan mutu pendidikan, terwujudnya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel. Para guru mendapatkan bekal pengetahuan tentang proses dan tugas administrasi pendidikan. Untuk memenuhi satu dari lima kompetensi tenaga pendidikan. dan efek yang dirasakan oleh peserta didik ialah mewujudkan suasana belajar dan belajar yang efektif, aktif, kreatif, bermakna, dan menyenangkan.
Dan yang lebih terpentingnya adalah manajemen pendidikan dapat menanggulangi permasalahan didalam sekolah itu sendiri apabila dalam penerapannya sudah dilaksanakan dengan baik, dan manajemen pendidikan menjadi salah satu yang memiliki peran penting sebagai penunjang kualitas pendidikan menjadi lebih baik.(***).

Comment

BERITA TERBARU