Mahendra Berharap Wartawan Lapor ke KPU

  • Whatsapp
Komisioner KPU Bangka Tengah menggelar konferensi pers dengan sejumlah media di Ruang Rapat KPU Bangka Tengah dalam agenda membahas persiapan pembentukan tim Adhock seleksi Calon PPK Pilkada 2020, Kamis (16/01/2020).(foto” tamimi)

KOBA – Menjelang persiapan pembentukan lembaga Adhoc seleksi Calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan konferensi pers dengan media diwilayah itu.

“Kegiatan konferensi pers ini dalam rangka persiapan KPU dalam melaksanakan seleksi Calon PPK di Bangka Tengah menjelang Pilkada 2020,” ujar Rusdi, Ketua KPU Bangka Tengah, Kamis (16/01/2020).

Muat Lebih

Dikatakannya, tim Adhock yang dimaksud berupa Tim Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan Komisioner KPU dan sekretariat dalam membentuk Anggota PPK. Sementara itu, KPU tetap mendengar arahan dan masukan dari media di Bangka Tengah terkait rekrutmen calon PPK tersebut.

“Pihak kami tidak membentuk Tim Seleksi (Timsel), seperti rekrutmen komisioner KPU atau Bawaslu, tetapi berbentuk Pokja,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Mahendra Yuliansyah menambahkan KPU mencari calon PPK yang berintegritas dan independen, salah satunya yang jauh dari konflik.

“Kami berharap kepada masyarakat khususnya wartawan untuk melapor kepada KPU bilamana calon PPK yang dipilih nantinya bermasalah. Dalam teknisnya, nanti Tim Pokja akan menelusuri riwayat dan rekam jejak Calon PPK salah satunya yang terlibat Parpol,” kata Mahendra.

Ditambahkan Komisioner KPU Hendra Sinaga bahwa Rekrutmen Calon PPK mulai
tanggal 18-24 Januari 2020. Untuk tahapan seleksi, peserta mengikuti tes tertulis secara manual dan tes wawancara.

“Nanti para peserta akan mengikuti tes tertulis dan wawancara. Kemudian ada kabar gembira bagi peserta yang ikut Calon PPK, maka dibebaskan biaya pembuatan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit dan puskesmas,” tukasnya.

“Pada tahun ini, syarat usia calon PPK minimal 17 tahun. Kami pun gembira bagi masyarakat yang mau mencalonkan pada seleksi calon PPK Pilkada 2020 dengan jumlah yang lebih banyak. Namun yang diambil tetap 5 orang untuk satu kecamatan,” sambungnya. (ran/3)

Pos terkait