Mahasiswa IAIN SAS Babel Kukuhkan Komitmen Kebangsaan

  • Whatsapp
foto: istimewa

PANGKALPINANG – Komitmen kebangsaan tidak boleh surut dan mundur sejengkalpun, termasuk dalam menangkal ideologi-ideologi yang muncul belakangan untuk menggantikan ideologi Pancasila.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Ruchman Basori dalam Bedah Buku dan Seminar Lintas Perguruan Tinggi se-Provinsi Bangka Belitung (Babel), Senin (31/12/2018).

“Para pendiri bangsa telah bersepakat menjadikan Pancasila dan NKRI sebagai sesuatu yang final karenanya harus dipertahankan,” kata Ruchman.

Ruchman mengajak kepada pimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) se-Provinsi Babel dan mahasiswa yang hadir, untuk menjadikan organisasinya sebagai pusat moderasi beragama, untuk menangkal radikalisme dan intoleransi. “Komitmen kebangsaan dan keagamaan harus dalam satu tarikan nafas,” katanya.

Sementara itu, Zayadi Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel mengajak kepada mahasiswa untuk menjaga, merawat dan melestarikan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang telah disepakati para pendiri bangsa. “Para pendiri bangsa telah bersusah payah meletakan pondasi melalui nasionalisme,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Zayadi, semangat nasionalisme harus selalu menyala dikalangan generasi muda untuk menjawab masalah-masalah bangsa, termasuk tantangan dari kelompok yang ingin mengganti Pancasila dengan idiologi lain.

foto: istimewa

Dalam seminar yang dirangkai dengan bedah buku “Ber-Islam di Negara Pancasila” menghadirkan penulis buku Ir. H. Yasan Matzen dan dibedah oleh Dr. Rusdi Sulaiman, M.Ag Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel. Hadir dalam acara itu Tumiran Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUK), Pimpinan Dema se-Provinsi Babel dan sejumlah akademisi.

Yasan Matzen mengatakan antara nilai-nilai Pancasila dan Islam tidak ada yang bertentangan, keduanya saling mendukung, karenanya menjadi bekal terbaik berislam di negara Pancasila. “Bentuk negara apapun apakah kerajaan, demokrasi, republik yang penting nilai-nilai Islam menjai prilaku dan dasar hidup,” tandasnya.

Sementara itu, Rusdi Sulaiman menekankan perlunya kontekstualisasi ajaran Islam dalam berbagai hal mengatasi masalah bangsa. “Indonesia harus dirawat dan dijaga dengan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Kegiatan seminar dan bedah buku merupakan kegiatan dalam rangka Purna Bakti Dema IAIN Bangka Belitung Masa Khidmah 2018. Tabrozi, Ketua Dema dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah mensupport pembiayaan kegiatan ini dari bantuan lembaga kemahasiswaan tahun anggaran 2018. (rls)

Related posts