Mahasiswa Demo KPU Babel

  • Whatsapp
Aksi mahasiswa di depan kantor KPU Babel, Selasa (21/5/2019). (foto: Roni Bayu)

Tuntut Ungkap Kematian Petugas Pemilu

PANGKALPINANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi mengadakan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (21/5/2019).
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa sempat melaksanakan salat gaib bersama untuk para petugas KPPS dan aparat kepolisian yang meninggal dunia dan Ketua KPU Babel, Davitri bertindak sebagai imam dalam salat gaib tersebut.
Dalam aksi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat keamanan ini, para mahasiswa menuntut keterangan dari KPU Babel terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia selama proses rekapitulasi penghitungan suara pemilu beberapa waktu lalu.
“Tujuan kami kesini untuk meminta keterangan kepada KPU terkait banyaknya korban KPPS yang meninggal dunia,” kata Koordinator lapangan (Koorlap) Aliansi Mahasiswa, Riadi Pratama di hadapan ketua dan komisioner KPU Babel.
Dia menegaskan, pihaknya tidak bisa menerima alasan jika banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dan jatuh sakit tersebut akibat kelelahan dalam menjalankan tugas.
“Secara medis itu tidak masuk akal, mereka baru bekerja dua hari, seharusnya para saksi peserta pemilu yang telah bekerja selama delapan bulan, mereka lah yang lebih berhak mati,” tegasnya.
Selain itu, dia membacakan beberapa poin pernyataan sikap mereka untuk disikapi oleh KPU Babel, yakni diantaranya, duka mendalam atas hampir 600 petugas pemilu dan kepolisian yang meninggal dunia saat proses Pemilu 2019.
Kemudian, menuntut DPR dan pemerintah untuk segera mengungkap penyebab dari kematian ratusan petugas KPPS, pengawas pemilu, pihak keamanan dari kepolisian dengan melibatkan para ahli medis maupun elemen masyarakat luas agar kasus ini terungkap dengan jelas dan tuntas. Selanjutnya, menuntut KPU untuk mengevaluasi dengan komprehensif terkait adanya ketidakterbukaan Sistem Penghitungan Surat Suara (Situng) Pemilu 2019.
Sementara itu, Ketua KPU Babel Davitiri didampingi para komisioner KPU Babel menyampaikan, pihaknya menyambut baik aksi puluhan mahasiswa yang menuntut penjelasan terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada saat proses penyelenggaraan Pemilu 2019.
“Sah-sah saja kalo adek-adek kita mahasiswa menyampaikan aspirasinya kepada kita dan menyampaikan belasungkawa terkait meninggalnya para petugas KPPS,” kata Davitri.
Terkait pernyataan sikap para mahasiswa yang menuntut bukti atas penyebab meninggalnya ratusan petugas KPPS, Davitri meminta agar hal tersebut langsung disampaikan kepada DPR RI dan pemerintah pusat.
“Yang jelas kita dan KPU RI sudah peduli dengan meninggalnya petugas KPPS kita dan kami kira terkait kita sudah mendata petugas-petugas KPPS yang meninggal di seluruh daerah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, sebagai bentuk kepedulian dan rasa bela sungkawa, KPU telah memberikan santunan kepada pihak keluarga dari petugas KPPS yang meninggal dunia. “Kemudian mereka (pihak keluarga-red) diberikan santunan sebesar 36 juta per orang sebagai rasa duka cita,” ungkapnya.
Selain itu, Davitri juga menegaskan bahwa KPU Babel telah bekerja semaksimal mungkin dengan jujur dan transparan selama proses rekapitulasi penghitungan suara beberapa waktu. “Untuk terkait pernyataan sikap hal-hal yang lain, seperti menuntut KPU untuk mengevaluasi dengan komprehensif terkait adanya ketidakterbukaan Sistem hitung (Situng), jelas kita menolak, karena memang selama ini tidak ada yang kita tutup-tutupi,” tegasnya.
Dengan demikian, dirinya mengajak para mahasiswa tersebut untuk ikhlas menerima takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan YME dan ikut mendoakan para petugas KPPS serta aparat kepolisian yang meninggal dunia itu agar mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. “Semoga kita berfikir husnudzhon terhadap meninggalnya petugas KPPS ini dan yang paling terbaik hari ini bukan kita saling menyalahkan satu sama lain tetapi mengirimkan doa terbaik agar saudara-saudara kita diterima disisi Allah SWT,” pintanya. (ron/6)

Related posts