Mahadir Dituntut Denda Rp50 Juta

  • Whatsapp

TANJUNGPANDAN – Mahadir Bos Pupuk CV Pusat Pupuk Tani, dituntut Kejaksaan Negeri Belitung membayar denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Tuntutan Itu dibacakan jaksa saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (19/06/19).
Kejaksaan Negeri Belitung menyatakan Mahadir bersalah dengan melanggar Pasal 62 Ayat 1 Junto Pasal 8 Ayat 1 Huruf A dan E Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Hal itu dilakukan setelah JPU mendengar dan mengamati persidangan tersebut. Yakni, keterangan saksi ahli dan barang bukti yang dihadirkan pada saat persidangan beberapa waktu lalu.
Sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung Abram Nami Tambunan meminta kepada majelis hakim yang diketuai Hj Adriah didampinggi Hakim Anggota Rino Adrian dan Syaeful Iman untuk menjatuhkan hukuman tersebut ke Mahadir.
“Hal-hal yang memberatkan tidak ada. Sedangkan hal-hal yang meringankan, Mahadir bersikap kooperatif dan berkata jujur pada saat persidangan. Serta tidak pernah terlibat kasus pidana,” kata Abram selaku JPU.
Atas tuntutan itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan memberikan kesempatan kepada Mahadir untuk mengajukan nota pembelaan (Pledoi). Dia pun memiliki hak untuk mengajukan nota tersebut secara tertulis. Sidang akan dilanjutkan pekan depan.
Usai persidangan, Mahadir mengatakan, dirinya akan sudah mengajukan nota pembelaan secara tertulis. Namun, Politikus PBB masih enggan berkomentar banyak mengenai Pledoi tersebut.
“Nanti setelah putusan saya akan berkomentar. Kami akan menggelar konfrensi pers. Yang pertama kenapa saya dalam kasus ini maju sendiri. Yang kedua kenapa dalam kasus ini tidak melibatkan Yusril Izha Mahendra. Kita akan jawab nanti,” terangnya.
Sebelumnya, Perkara tindak pidana dugaan pengedaran pupuk tidak sesuai label yang menjerat salah seorang politikus senior Belitung, Mahadir Basti kini, Rabu (08/05/19) sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.
Sidang ternyata sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi. Kasus ini sempat luput dari pantauan media, sehingga baru diketahui baru-baru ini.
Pantauan Rakyat Pos dalam fakta persidangan, ada tiga orang saksi yang tengah di periksa oleh majelis hakim PN Tanjungpandan.
Diantaranya anggota Polda Babel Jakson, dan dua pegawai yang bekerja pada perusahaan CV Pusat Pupuk Tani milik Mahadir itu yaitu Fewri Indriani dan Meliani. (dod/6)

Related posts