Lurah Matras Cek Tambang Kolong Bijur

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Aktivitas tambang inkonvensional ilegal di daerah Kolong Bijur, Kawasan Lingkungan Hakok, Kelurahan Matras ditertibkan Satpol PP Bangka, Selasa (20/8) lalu. Namun, aktivitasnya masih terus berlangsung pasca pulangnya Satpol PP dan masih berjalan pada Rabu (21/8/2019).

“Berhentinya ketika Pol PP datang saja kemarin. Hari ini (Rabu 21/8/2019) sudah jalan kembali,” kata sumber terpecaya wartawan, kemarin.

Sebelumnya tambang ilegal dekat aliran sungai dan dilaporkan warga ini telah diminta untuk berhenti. Pasalnya, warga setempat mengeluh karena aktivitasnya mengancam musibah banjir yang kerap terjadi dan melanda rumah warga.

Menyikapi tambang yang membandel ini, Lurah Matras, Ridwan menyatakan akan melakukan pengecekan secepatnya.

“Kita akan turun dan kroscek ke lapangan terkait permasalahan tersebut,” kata Ridwan, kemarin sore.

Sebelumnya, Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perda Achmad Suherman, mengatakan, pihaknya kembali mendapat laporan aktivitas tambang yang mulai aktif satu minggu belakangan. Warga berulang kali menolak karena selain dekat daerah aliran sungai dan dikhawatirkan nanti terjadi banjir juga mengancam ekosistem hutan mangrove.

“Kita tertibkan karena ada laporan warga. Ini juga menindaklanjuti perintah Bupati Bangka sehingga kita cek langsung ke lokasi tambang,” kata Suherman.

Dari pengecekan pihaknya, ditemukan setidaknya ada 8 unit tambang timah yang beroperasi secara ilegal. Pihaknya mendatangi lokasi tambang itu bersama Kepala Lingkungan Hakok, Kelurahan Matras dan meminta tambang tak lagi beraktivitas.

“Kita bersama Kaling Hakok mendatanginya dan melakukan peringatan untuk penghentian tambang tersebut. Karena dikhawatirkan kalau hujan akan banjir. Karena daerah itu merupakan kantong resapan air,” tegasnya.

Ia tambahkan, warga setempat pun tidak setuju dengan keberadaan tambang di daerah tersebut sehingga diminta penambang patuh guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
Dalam arahan Satpol PP, penambang yang hanya pekerja ini mengaku bersedia untuk melakukan penghentian aktivitasnya.

“Kita minta mereka menghentikan tambang tersebut. Sejauh ini kooperatif dan tambang itu akan kita pantau kembali,” ujarnya.

Tambang tersebut berani beroperasi karena dibekingi oknum masyarakat yang biasa dekat dengan oknum aparat dan pemimpin nomor satu Kabupaten Bangka. Sehingga walau jelas dilarang dan tanpa izin tetap berani melakukan penambangan.

“Itu yang masuk karena ada bekingnya bang, termasuk disebut dekat dengan pak bupati. Tapi kita bersyukur malah ada penertiban dan Pak Bupati yang memerintahkan. Sehingga jangan terkesan tak adil, orang yang dahulu tidak boleh, tapi yang sekarang bebas bebas saja nambang,” kata St salah satu warga Sungailiat yang tahu seluk beluk daerah tersebut.

Di lokasi tambang yang telah beroperasi sekitar satu pekan ini tampak juga terdapat pondok-pondok pekerja dan alat berat escavator. Tampak pekerja yang menghadapi petugas Satpol PP saat meminta penghentian tambang itu, sementara aktor atau bos dibalik tambang ilegal ini tak muncul dihadapan Satpol PP.(2nd/6)

Related posts