by

Lunturnya Nilai Sejarah di Kalangan Pemuda

Oleh: Indah Agita Widyasari
Mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Bangka Belitung

Indah Agita Widyasari

JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Pepatah yang tidak asing lagi untuk didengar bahkan menjadi dasar dalam sebuah kegiatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Berkaitan dengan sejarah, di tahun 2018 ini tepatnya di bulan Agustus, sudah 73 tahun Indonesia merdeka. Banyak sejarah perjuangan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia yang sering diceritakan mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi.

Tetapi sangat disayangkan, cerita tersebut hanyalah pelengkap dalam mempelajari sebuah sejarah. Sejarah yang hanya diingat begitu saja ketika guru, dosen, bahkan orangtua menceritakan perjuangan bangsa Indonesia, akan tetapi hilang begitu saja tanpa mempelajari makna yang terkandung di dalamnya.

Sangat miris ketika melihat pemuda yang sebagai generasi penerus bangsa kehilangan rasa kepedulian bahkan cintanya terhadap negeri ini. Pemuda yang hanya sekedar foto-foto ketika berkunjung ke sebuah museum, tanpa mempelajari perjuangan yang ada dalam sejarah museum tersebut. Bagi mereka, mempelajari sebuah sejarah adalah hal yang sangat membosankan. Karena sejarah erat kaitannya dengan masa lalu dan terkadang masa lalu itu sangat pahit untuk diingat-ingat. Mereka membandingkan sejarah dengan peristiwa yang mereka alami dimasa lalu. Padahal tanpa sejarah, tidak akan ada masa sekarang.

Di Indonesia sendiri banyak sejarah yang bisa kita temui, salah satunya adalah sejarah tentang kemerdekaan Republik Inonesia. Pahlawan rela mengorbankan nyawa mereka hanya untuk Indonesia merdeka. Coba bandingkan dengan pemuda generasi saat ini? Apa yang sudah mereka berikan untuk negeri ini? Membuat negeri ini bangga atau sebaliknya membuat negeri ini menangis melihat hancurnya integritas dalam kehidupan pemuda? Rasa cinta terhadap sejarah Indonesia tidak lagi tumbuh dalam sanubari para pemuda. Mereka lebih asyik dengan dunia mereka tanpa harus mengusik masa lalu.

Pengetahuan pemuda saat ini, tentang sejarah jauh perbandingannya dengan pengetahuan orangtua terkait perjuangan yang pernah di alami oleh bangsa Indonesia. Ketika pemuda disuguhkan oleh sebuah pertanyaan tentang sejarah, maka pemuda akan menundukan kepalanya karena takut untuk ditanya atau bahkan lupa tentang perjuangan bangsa Indonesia. Berbeda halnya dengan orangtua, ketika orangtua sudah disuguhkan dengan peristiwa sejarah, maka rasa antusias itu terus ada karena orangtua tahu bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Saat ini, nilai sejarah sudah luntur di kalangan pemuda. Pemuda tidak lagi menghiraukan sejarah yang pernah terjadi. Pemuda yang tidak lagi menggali nilai-nilai sejarah yang diberikan para pejuang dalam perjuangannya. Padahal banyak nilai-nilai sejarah yang bisa dipelajari. Niai-nilai tersebut antara lain rasa nasionalisme dalam semangat kebangsaan, jiwa patriotisme yang tinggi, rasa cinta terhadap tanah air, dan kerelaan berkorban dalam artian berjuang tanpa pamrih. Sejarah dapat dijadikan sebagai sebuah inspirasi dalam mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa. Inspirasi yang digali dari pelajaran sejarah harus sejalan dengan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Ada banyak cara untuk mengingat peristiwa di masa lampau. Salah satunya adalah mempelajari sebuah sejarah. Di zaman sekarang, ada banyak aplikasi atau program yang bisa mengantarkan kita pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mengapa hal ini diperlukan? Karena nilai-nilai sejarah yang pernah ada sudah luntur bahkan hampir hilang di kalangan pemuda. Ketika kita sebagai penerus bangsa terus acuh tak acuh dengan sejarah yang ada di Indonesia, maka bangsa ini akan terulang lagi dijajah oleh negara lain. Tanpa kita sadari, saat ini kita sudah dijajah dengan sebuah teknologi yang begitu canggih. Apabila hal ini terus dibiarkan maka bangsa Indonesia akan menjadi budak dari negara lain.

Oleh sebab itu, pemuda sebagai penerus bangsa hendaknya menumbuhkan rasa kepedulian dan rasa cintanya terhadap sejarah bangsa Indonesia. Karena pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menggali nilai-nilai sejarah yang pernah ada. Di samping itu, pemuda juga memiliki sejuta ide dalam penerapan nilai-nilai sejarah. Kalau bukan kita, siapa lagi yang harus diandalkan untuk kemajuan negeri ini. SALAM SUKSES.(****).

Nama : Indah Agita Widyasari
Tempat, Tanggal Lahir: Toboali, 27 Agustus 1998
Pekerjaan : Mahasiswa
Jurusan : Ilmu Hukum
Fakultas : Hukum Universitas Bangka Belitung

Comment

BERITA TERBARU