Loriculus Galgulus Dilepas ke Habitat

  • Whatsapp

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang wilayah kerja Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melepasliarkan sebanyak lima ekor Burung Serindit Melayu ke habitatnya, Jum’at (10/7/2020).

Pelepasliaran Loriculus Galgulus ini yang dipimpin langsung Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang drh. Saifuddin Zuhri dengan didampingi Kasi Karantina Hewan drh. Akhir Santoso dan perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Resort Konservasi Wilayah Bangka.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang mengatakan, pelepasliaran satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis Tanaman dan Satwa yang dilindungi.

Ia menjelaskan bahwa burung atau satwa liar tersebut bebas dari perburuan melihat populasi dan ekosistem burung ini sudah mulai sedikit, bahkan hampir punah.

Baca Lainnya

“Pelepasliaran satwa liar ini dilakukan secepat mungkin untuk menghindari kematian, sehingga dapat menyelamatkan plasma nutfah Indonesia. Ini juga merupakan suatu bentuk sinergisitas Karantina Pertanian dengan BKSDA dalam rangka melestarikan sumber daya alam,” ujar Saifuddin Zuhri kepada rakyatpos.com, Jumat sore.

Pelepasliaran Burung Serindit Melayu ini merupakan salah satu fungsi Karantina Pertanian dalam rangka mencegah keluar atau tersebarnya hama penyakit hewan Karantina dan melindungi kelestarian sumber daya alam, salah satunya satwa dilindungi.

“BKSDA lah yang berwenang dalam hal menjaga kelestarian alam, terutama untuk satwa yang dilindungi sebelum dilalulintaskan,” lanjutnya.

Untuk itu, dia berharap, sinergitas Karantina dan BKSDA semakin ditingkatkan dalam menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA).

“Ini adalah suatu hal yang luar biasa jadi untuk ke depannya perlu ditingkatkan lagi dalam hal menjaga kelestarian sumber daya alam hayati maupun nabati yang ada, terutama di Bangka Belitung ini,” harap Zuhri.

Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil dihubungi terpisah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ekosistem kelestarian SDA hewani dan nabati.

Hal ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari seluruh program Kementerian Pertanian yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam produksi bahan pangan yang cukup, sehat dan aman. (bis)

Related posts