Literasi Teknologi dalam Mengembangkan Pariwisata

  • Whatsapp

Oleh: Abrillioga
Siswa SMAN 1 Toboali, Bangka Selatan

Pengertian literasi secara harfiah adalah kemampuan membaca dan menulis. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, literasi mempunyai arti kemampuan memperoleh informasi dan menggunakannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Literasi memiliki peran yang kuat dalam mengembangkan sendi kehidupan di dalam kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti satu diantaranya ialah aspek pariwisata yang saat ini menjadi aspek subtansial untuk mampu meningkatkan devisa suatu wilayah atau negara.

Seluruh sendi kehidupan mengalami berbagai perubahan berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi. Teknologi informasi melahirkan generasi net yang dikenal juga dengan digital natif. Generasi ini menganggap teknologi merupakan bagian dari kehidupan, sehingga mereka terbiasa memanfaatkan teknologi informasi. Disamping itu, generasi immigrant seakan “dipaksa beradaptasi” dan sekarang mulai terbiasa bahkan tidak dapat terpisahkan dengan teknologi ini. Salah satu dampak yang terlihat adalah banjirnya informasi karena semua orang berpeluang menciptakan informasi setiap detik. Perbedaan latar belakang motivasi berpengaruh terhadap berita ataupun informasi yang diciptakan, terlebih berita mengenai pariwisata yang tentunya begitu menarik untuk disajikan.

Keberagaman informasi yang tercipta menuntut kemampuan semua generasi yang ada dalam masyarakat untuk membedakan informasi yang benar atau sebaliknya. Kemampuan literasi inilah yang nantinya menjadi lentera dalam mengevaluasi isi informasi, sehingga dapat mengembangkan dunia pariwisata agar dikenal khalayak ramai dengan berbasis literasi teknologi.

Kita ketahui secara bersama bahwasanya perkembangan teknlogi saat ini berkembang begitu pesat dan sangat cepat, sehingga mampu memberikan keluasan informasi dalam hal apapun. Tidak dapat dipungkiri jika hal ini tentu akan membawa dampak pada setiap sendi-sendi kehidupan. Sisi lain salah satu dampak perkembangan teknologi informasi itu terlihat pada dunia kepariwisataan. Perkembangan dunia pariwisata telah mengalami berbagai perubahan baik perubahan pola, bentuk dan sifat kegiatan. Pariwisata di negara maju merupakan sebuah kebutuhan hidup, namun di negara-negara sedang berkembang pariwisata berada pada taraf perkembangan.

Di Indonesia, pemerintah daerah seakan berlomba memoles potensi lokal sebagai destinasi wisata. Seperti salah satunya Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan melalui kegiatan event seni dan budaya yang digelar tiap tahunnya “Toboali City On Fire” dengan menyajikan budaya lokal dan destinasi lokal ke publik dan masyarakat luas. Bukan rahasia lagi, masyarakat berbondong mengunjungi destinasi wisata untuk menikmati setiap pertunjukan ataupun sekedar memuaskan rasa penasaran terhadap segala upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah tersebut.

Berdasarkan kondisi ini, keberadaan perpustakaan digital dalam pemerintah daerah mulai dari perpustakaan desa, perpustakaan Kabupaten/Kota, juga perpustakaan provinsi hendaknya perlu untuk direalisasikan, sehingga mampu berkontribusi dalam bidang kepariwisataan. Tidak hanya perpustakaan non-digital saja. Dengan melalui literasi digital ini, diharapkan lebih mampu dan efektif dalam menyebarkan informasi lebih cepat dalam jangkuan luas kepada masyarakat luar, dengan begitu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi dunia pariwisata.

Seperti dalam Pasal 1 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, menjelaskan fungsi perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis dan/ karya rekam, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Undang-Undang tersebut mempertegas peluang perpustakaan untuk menumbuhkan kemampuan literasi sebagai kebiasaan atau budaya melalui fungsi perpustakaan, yaitu perpustakaan menjadi salah satu destinasi wisata pustaka bagi masyarakat secara luas. Dengan peralihan dalam fungsi tersebut, penulis rasa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa menerapkan kegiatan literasi digital juga untuk mengembangkan pariwisata yang dimiliki oleh suatu daerah. Hal ini tentunya berpotensi untuk meningkatkan taraf dan minat pengunjung terhadap suatu daerah

Kegiatan literasi teknologi seperti salah satunya ialah menyajikan wisata pustaka. Wisata Pustaka merupakan kegiatan bepergian untuk memperluas pengetahuan dan bersenang-senang dengan objeknya adalah media digital. Media digital sebagai objek wisata dapat dimaknai secara luas, yakni sebagai wahana yang menyediakan sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Batasan pengertian wisata pustaka dalam tulisan ini adalah kegiatan bepergian untuk bersenang-senang sekaligus mendapat pengetahuan dan pengalaman belajar, sehingga dapat menambah kemampuan mengenai sesuatu yang dilihat, dirasakan, dan bermanfaat bagi diri serta masyarakat.

Oleh sebab itu, Penulis merasa perlunya untuk meningkatkan kemampuan dan hobi dalam membaca, karena kemajuan suatu bidang apapun dewasa ini perlu adanya penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi. Hal itu didapatkan tentunya dengan membaca. Seperti yang Penulis katakan melalui pemanfaatan teknologi, kita bisa berkerja sama dengan pemerintah atau media pers untuk menggalakkan program literasi digital demi mengembangkan aspek pariwisata.(***).

Related posts