Limbah Pabrik Tapioka CV SBM Diduga Cemari Sungai Pangkalbuluh

  • Whatsapp

 

Ikan sungai Pangkalbuluh tiba tiba mati. Warga yang mandi juga mengalami gatal gatal. Mereka menduga penyebabnya  limbah pabrik tapioka yang beroperasi di wilayah tersebut. (ist)

 

 

*Ikan Sungai Mati dan Badan Warga Gatal Gatal

Baca Lainnya

*BLH Basel Ambil Sample Air

PAYUNG – Warga desa Pangkal buluh, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan mengeluhkan ikan di sungai mati tiba-tiba. Selain itu di beberapa titik terdapat bau air sungai yang menyengat. Warga menduga penyebabnya adalah limbah dari pabrik tapioka CV Sari Bumi Mulya semenjak sepekan terakhir.

 

Kepala Desa Pangkalbuluh, Marjan dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah menerima laporan dari masyarakatnya terkait adanya dugaan pencemaran limbah dari pabrik tapioka CV Sari Bumi Mulya. “Kita cek ke lokasi, memang ikan ikan lokal berbagai jenis tiba tiba mati di sungai itu” ucapnya saat di konfirmasi wartawan, Kamis (19/3/2020).

 

Menurutnya, warga yang biasa mandi dan mencuci baju di sungai itu merasakan gatal – gatal di tubuh mereka setelah mandi di sungai tersebut. “Warga juga tidak berani lagi mandi dan mencuci di sungai itu, kemarin ada beberapa warga yang gatal gatal setelah mandi di sungai itu pak” sebutnya.

 

Ia mengatakan, pihak desa sudah melaporkan kejadian itu ke BLH Kabupaten Basel. Selain ke BLH Basel, Pemdes juga meminta perusahaan dapat mengatasi persoalan tersebut.  “Kamis (12/3/2020) kemarin sudah ada BLH Basel ke lokasi untuk mengambil sample air sungai yang tercemar, katanya masih menunggu uji lab” kata Marjan.

 

Terpisah, Pemilik CV SBM, Junaidi alias Aho awalnya membantah pencemaran di sungai tersebut bukan dari limbah perusahaannya. “Kalau ikan yang mati di sungai, saya tidak tahu penyebabnya pak. Proses limbah kita selama ini masih kita recycle. Kita juga ada pelihara ikan di kolam terakhir. Ikan yang kita pelihara tidak ada yang mati” jawabnya. Jumat (20/3/2020).

 

Menanggapi hal itu, Aho juga mengatakan tanggul dari tumpukan limbah ampas ubi (onggok) jebol karena kena hujan.

 

“Mungkin ada tanggul dari tumpukan onggok jebol karena kena hujan pak. Dan kemarin dari dinas minta untuk dipindahkan. akan tetapi sedang dalam proses untuk kita pindahkan” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala DPKPLH Basel Gatot Wibowo dikonfirmasi menyebutkan, pada pekan kemarin pihaknya telah melakukan kroscek ke lapangan. Sudah di cek dan diambil air sungai untuk dijadikan sampel.

 

“Kami ambil sampel airnya untuk dibawa ke provinsi, sedang menunggu hasilnya. Dan setelah cek lokasi langsung ke perusahaan. Sudah tekankan bahwa harus ada tindakan untuk menghindari adanya pencemaran,” jawab Gatot. (raw)

Related posts