Lidik PT SNS, Satreskrim Polres Basel Akan Undang Tiga Saksi Ahli

  • Whatsapp
Pembangunan dermaga oleh PT SNS yang mendapat penolakan dari Pemdes Penutuk. (foto: Dedy Irawan)

TOBOALI– Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan (Babel) menindaklanjuti laporan warga Kecamatan Lepar Pongok atas dugaan perusakan hutan mangrove oleh PT SNS dengan membuka terminal khusus di perbatasan Desa Penutuk dan Kumbung Kecamatan Lepar Pongok.

Kapolres Basel AKBP Ferndinand Suwarji melalui Kasat Reskrim, AKP Albert Daniel Tampubolon mengungkapkan pihaknya akan mengundang tiga saksi ahli terkait penyelidikan tersebut. Saksi ahli yang akan diundang adalah ahli lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup, ahli kepelabuhan di Kementerian Perhubungan Laut dan ahli tanaman mangrove di Institut Pertanian Bogor.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan, pelapor sudah kita minta keterangan dan klarifikasi dan selanjutnya kita akan mengundang tiga saksi ahli, lingkungan hidup, kepelabuhanan dan tanaman mangrove,” tegas Albert kepada wartawan, Minggu (3/11/2019).

PT SNS dilaporkan karena melakukan pembangunan terminal khusus di Kecamatan lepar Pongok. Berdasarkan laporan tersebut, PT SNS diduga belum mengantongi izin. Selain itu terdapat perambahan hutan mangrove serta lokasi terminal tersebut adalah wilayah tangkap nelayan. (raw)

Related posts