HEADLINES

Lewat Tambak Udang, Hidayat Arsani Fokus Tingkatkan Perekonomian Babel

Hidayat Arsani bersama putra keduanya dr. Harry Ardianto saat berada di salah satu tambak udang miliknya di Kabupaten Bangka Selatan (ft ist)

PANGKALPINANG– Pengusaha Hidayat Arsani, bertekad untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah itu melalui tambak udang atau budidaya udang vannamei. Menurut dia, Babel memiliki potensi besar untuk pengembangan udang dengan nama latin litopenaeus vannamei ini.

“Bangka Belitung punya potensi yang besar untuk tambak udang ini, kita punya lautan yang luas, lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya udang vannamei ini, ” kata Dayat sapaan Hidayat, belum lama ini.

Atas keseriusannya menggeluti bisnis tambak udang, Hidayat pun dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Aliansi Petani Tambak Nusantara Indonesia (APTIN) yang membawahi sekitar 55 perusahaan tambak udang di Babel.

Melalui asosiasi ini, ia merangkul para pemimpin daerah untuk membangun Babel, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. “Satu kolam membutuhkan sekitar 30 tenaga kerja, bisa dibayangkan kalau ada ribuan kolam, ” imbuhnya.

Apa yang dilakukannya ini, kata Hidayat, tak terlepas dari keinginannya untuk membantu masyarakat dan memberikan nilai lebih terhadap udang yang selama ini hanya dihasilkan dari nelayan saja. Bahkan, di tengah pandemi ini, ekspor udang vannamei tidak mengalami hambatan yang berarti. Udang tetap dikirim ke berbagai negara yang masyarakatnya gemar mengonsumsi udang.

“Kita masih tetap kirim ke Amerika, China dan Korea, karena udang ini adalah produk yang habis dimakan, dan akan terus dicari, dibutuhkan orang, bukan seperti pakaian yang bisa tahan lama,” tegas CEO Arsani Group ini.

Dia meminta, agar pemerintah daerah juga mendukung pengusaha untuk berusaha di Babel, baik dengan fasilitas maupun dukungan lainnya. Diakuinya, saat ini pengusaha masih melakukan ekspor dari pintu keluar Lampung, Surabaya dan daerah lainnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan pelabuhan di Babel.

“Kami minta pemerintah bisa membantu dan memfasilitasi baik soal perizinan, maupun akses bagi pengusaha untuk melakukan ekspor, kalau meningkatkan ekonomi menciptakan lapangan kerja, serahkan saja sama kami, ” harap mantan Wakil Gubernur Babel ini.

APTIN, tambahnya, dengan dukungan dari PLN juga akan melakukan berbagai kerja sama termasuk pengadaan mesin pendingin atau coldstorage untuk menyimpan udang agar bisa bertahan lebih lama. “Doakan saja, niat baik ini berjalan lancar dan ekonomi masyarakat lebih meningkat,” pungkasnya. (nov/10)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

To Top