Lewat Adiwiyata, Sekolah Diajak Peduli Lingkungan

  • Whatsapp

SUNGAILIAT- Seksi Penyuluhan dan Pengeloaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Yuli Thulistianto mengatakan masih banyak sekolah yang menganggap Adiwiyata adalah perlombaan yang harus diikuti. Dia menegaskan bahwa Adiwiyata bukan merupakan suatu perlombaan.

“Adiwiyata ini tidak dilombakan tapi mengajak sekolah untuk peduli terhadap energi dan lingkungan. Jadi mulai dari kepala sekolah, guru, siswa hingga penjaga sekolah juga harus mengerti,” ungkap Yuli kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Program Adiwiyata, lanjut dia, dibuat agar tenaga didik maupun siswa dapat mengelola sumberdaya energi dengan baik sehingga menjadikan sekolahnya peduli terhadap energi.

“Jadi bukan perlombaan tapi program. Ini tidak diwajibkan karena memang kesadaran dan swadaya pihak sekolah masing-masing,” tegasnya.

Namun, untuk mendapatkan dan bisa ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata menurutnya harus melalui beberapa tahapan dan harus terpenuhi.

“Tahapan penilaiannya ada empat indikator yakni kebijakan kepala sekolah, kurikulum berbasis lingkungan, peningkatan kapasitas dan sarana prasarana,” tambahnya.

Saat ini, Yuli menambahkan, baru MAN Sungailiat, SDN 2, SMPN 3, SMPN 1 serta SMA N 1 Sungailiat yang sudah menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

“Untuk sekolah Adiwiyata mandiri baru tiga sekolah yaitu Setia Budi, SDN3 dan SMAN 1 Pemali,” tutupnya. (mg419/10)

Related posts