Lelang Proyek Puskesmas Melintang Sarat KKN?

  • Whatsapp

Peserta Kalah, Sanggah Hasil Lelang
Ketua Pokja I Memilih Bungkam

PANGKALPINANG – Hasil tender ulang paket pembangunan Puskesmas Melintang Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, dengan nilai pagu Rp4.008.931.000,- yang dilaksanakan Panitia Lelang Pokja I belum lama ini, diduga sarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Pasalnya, salah satu perusahaan peserta lelang yakni CV Sukses Gravita Mandiri, melayangkan sanggahan lantaran tidak terima menjadi pemenang nomor urut dua dikarenakan alasan tidak ada dukungan dari produsen/distributor Homogenous Tile (keramik).

Haryanto, kuasa Direktur CV Sukses Gravita Mandiri mengatakan, pada pengumuman hasil lelang di LPSE tertanggal 25 Juni 2019, perusahaanya dengan nilai penawaran terendah yakni Rp3.883.977.187, berada diurutan dua pemenang. Sementara pemenang pertama yaitu CV. Bangka Graha Mandiri dengan nilai penawaran lebih tinggi yaitu sebesar Rp4.008.313.919,- atau hanya menawar enam rutasan ribu saja dari pagu proyek.

“Kami tidak terima kalah, karena kami memiliki surat dukungan Homogenous Tile dari PT Citradasa Sumber Lestari. Selain itu, dari harga penawaran CV Sukses Gravita Mandiri telah menguntungkan negara, karena nilai penawaran lebih rendah dari CV Bangka Graha Mandiri,” kata Haryanto kepada Rakyat Pos via sambungan telepon, kemarin.

Menurutnya, bahwa hasil penetapan pemenang lelang Pokja I bertentangan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yaitu Pasal 5 point a, b, dan g. Selain itu melanggar Pasal 6 point a, b, c, d, e, f, dan g, serta Pasal 7 point e, f, dan g.

Terhadap sanggahan tersebut, semula Haryanto berharap panitia lelang dapat mengevaluasi ulang dokumen milik perusahaan mereka karena lengkap. Namun, pihaknya terpaksa gigit jari setelah mendapat jawaban sanggah dari panitia lelang yang menyatakan bahwa dukungan CV Sukses Gravita Mandiri bukan dari produsen/distributor melainkan hanya agen saja.

“Jika alasan kalahnya tersebut, perlu diperiksa keabsahan dokumen perusahaan pemenang agar tidak rekayasa dalam proses lelang tender puskesmas ini,” tukasnya.

Sebab, sepengetahuan Haryanto, pemenang CV Bangka Graha Mandiri memiliki surat dukungan besi dari CV Ultra Teknik yang bukan merupakan produsen/distributor tetapi hanya sebagai penjual besi material bangunan. Dan diduga perusahaan itu pernah diproses hukum hingga pengadilan karena melanggar ketentuan ukuran besi yang ditetapkan SNI.

Sayangnya, terkait sanggahan lelang proyek pembangunan Puskesmas Melintang dari CV Sukses Gravita Mandiri ini, Ketua Pokja I Rita Aminah ketika dikonfirmasi via pesan Whats App, tidak menjawab satupun pertanyaan dari wartawan. Meskipun yang bersangkutan sudah menerima dan membaca pesan WA tersebut.

Diduga kuat, bungkamnya Rita disinyalir karena ada intervensi untuk menentukan pemenang dari atasannya. Hal ini seperti diutarakan oleh sumber yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan harian ini, kemarin.

Dikatakan sumber itu, CV Bangka Graha Mandiri pernah dibawa oleh orang yang ia kenali yakni bernama Her. Dan sebelum mengikuti tender ulang paket pembangungan Puskesmas ini, Her pernah menemui Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil.

Sehingga patut diduga, tujuan Her menghadap walikota untuk memuluskan perusahaan yang dibawanya agar dapat menjadi pemenang pada lelang proyek di Pemerintah Kota Pangkalpinang tersebut. Namun terkait dugaan ini, Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil hingga berita ini dirampungkan tadi malam masih diupayakan untuk dikonfirmasi. (io/6)

Related posts