Layanan Responsif dan Cepat PLN Babel Diakui Stakeholder

  • Whatsapp
Stakeholder menempelkan sticky notes di “pohon harapan” berisikan kelemahan, kelebihan, saran dan harapan untuk PLN Babel saat acara multistakeholder forum di Ballroom Sahid Hotel, Pangkalpinang, Rabu (26/6/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Sebanyak 53 persen stakeholder mengakui bahwa saat ini layanan yang diberikan oleh PLN Bangka Belitung (Babel) sudah responsif dan cepat. Hal ini nampak dari feedback yang diberikan stakeholder kepada PLN dalam kegiatan multistakeholder forum di Ballroom Sahid Hotel, Pangkalpinang, Rabu (26/6/2019).

Dalam forum ini, seluruh stakeholder yang hadir, diberikan sticky notes dengan warna berbeda dan harus diisi dengan empat hal besar yaitu kelemahan, kelebihan, saran dan harapan untuk PLN. Kertas ini kemudian ditempelkan pada pohon harapan dan diinput oleh petugas PLN soal apa saja yang dituliskan oleh para stakeholder, termasuk wagub, wali kota dan seluruh undangan yang hadir.

Hasil input, dari segi pelayanan, layanan responsif dan cepat dipilih oleh responden sebagai kelebihan tertinggi yang dimiliki PLN Babel saat ini, menyusul berikutnya adalah kondisi sistem kelistrikan yang surplus (13 persen) dan listrik jarang padam (8 persen).

General Manager PLN UIW Babel, Abdul Mukhlis dalam sambutannya di acara multistakeholder forum di Ballroom Sahid Hotel, Pangkalpinang, Rabu (26/6/2019). (foto: istimewa)

Dalam kegiatan tersebut PLN mengundang seluruh stakeholder PLN yang terdiri atas pemerintah daerah, penegak hukum, pelanggan, tokoh masyarakat, media massa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

GM PLN Babel, Abdul Mukhlis menyebutkan apa yang ditulis oleh stakeholder untuk kekurangan yang harus diperbaiki oleh PLN Babel, sebanyak 37 persen responden mengatakan masih terjadi padam gangguan, disusul 20 persen responden memberi penilaian mengenai tarif listrik dan 15 persen responden mengatakan kurang adanya sosialisasi.

Sementara itu dari aspek harapan, sebanyak 40 persen responden berharap PLN meningkatkan layanannya, 31 persen responden berharap tidak ada lagi gangguan listrik. Lebih dari 13 persen responden memberikan saran agar PLN dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Berangkat dari masukan-masukan tersebut maka PLN Babel membuat resolusi 2019. Resolusi untuk menurunkan frekuensi gangguan listrik di bawah lima menit dan meningkatkan sosialisasi kelistrikan kepada pelanggan,” ujar Mukhlis.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta terkait dukungan terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pelayanan publik berintegritas dan keselamatan ketenagalistrikan.(nov/rls/10)

Wagub Ajak Stakeholder Dukung PLN Babel

PANGKALPINANG – PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung (Babel), memanfaatkan multistakeholder forum untuk memaparkan kondisi kelistrikan di daerah itu sekaligus rencana jangka panjang yang dilakukan untuk memenuhi listrik kepada pelanggan.

Pertemuan yang digelar di Hotel Sahid Pangkalpinang, Rabu (26/6/2019) ini dihadiri oleh Wagub Babel, Abdul Fatah, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, Kejaksaan, pelaku usaha, pimpinan media massa dan pihak terkait lainnya.

Wagub Babel, Abdul Fatah pada kesempatan itu mengajak seluruh stakeholder mendukung PLN Unit Induk Wilayah Babel dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Dia turut mengapresiasi upaya PLN memberikan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat.

“Investor kini tidak lagi mengeluhkan soal listrik, oleh sebab itu mari bersama-sama kita mendukung dan meningkatkan sinergi yang baik antar stakeholder agar proses percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Dia menegaskan dalam pelayanannya, PLN juga sudah berupaya optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat dan apabila terjadi pemadaman listrik, tegasnya, dikarenakan hal-hal yang tak bisa diatasi oleh PLN dan dimungkinkan karena faktor alam.

General Manager PLN UIW Babel, Abdul Mukhlis mengatakan saat ini kondisi PLN memang berlebihan listrik, bahkan pihaknya juga sudah menerangi pulau-pulau kecil terluar di Provinsi Babel.

“Kedepan masih akan ada beberapa pembangunan pembangkit, jalur transmisi 150 kV dan distribusi. Untuk itu kami mohon dukungan dari stakeholder sekalian agar dapat selesai sesuai target,” katanya.

Dia membeberkan, hingga tahun 2025, PLN akan membangun delapan pembangkit listrik di Pulau Bangka dan enam pembangkit listrik di Pulau Belitung. Selain itu, akan dibangun tiga gardu induk di Bangka dan dua gardu induk di Pulau Belitung.

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jumlah permintaan listrik yang terus meningkat. Tercatat rata-rata pertumbuhan dalam kurun waktu lima tahun terakhir sebesar 8,16 persen,” kata Mukhlis.

Kepala Seksi Pertimbangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Cipi Perdana dalam paparannya menyampaikan bahwa pihaknya juga siap mendukung PLN dalam upaya percepatan pembangunan kelistrikan di Babel.

“Secara hierarki kami diperintahkan langsung oleh Presiden untuk mendukung PLN melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai pengacara negara,” imbuhnya.

Dalam prosesnya, apabila PLN mengalami kendala, maka Kejaksaan, kata dia, dapat memberikan pendapat dan pertimbangan hukum. (nov/10)

Related posts