Lauren dan Farhan Juara 1 LBSI Basel 2019

  • Whatsapp

TOBOALI- Balita Laurensya A asal Desa Tiram, Tukak Sadai berhasil menjadi juara pertama kelompok umur 6- 23 bulan dalam Lomba Balita Sejahtera (LBSI) tingkat Kabupaten Basel tahun 2019 yang digelar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Basel, Kamis (8/8/2019) di Balai Daerah Pemkab Basel.

Sementara juara II dan III diraih oleh Ervin Z asal Toboali dan Salsabila M asal Desa Rias. Sedangkan di kelompok umur 24- 59 bulan, juara 1 diraih oleh Farhan R asal Kecamatan Payung, Juara II Chelsee F asal Airgegas dan May Cheling asal Desa Airbara.

LBSI tingkat Kabupaten Basel Tahun 2019 diikuti sebanyak 20 balita dari delapan kecamatan. Lomba tahun ini mengangkat tema Dahsyatnya Asi Ekskusif Untuk Mencegah Stunting Menuju Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia.

Bupati Basel Justiar Noer melalui Staf Ahli Kemasyarakatan Basel, Suryadi Budi mengatakan perlu diketahui pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya.
Salah satunya melalui upaya kesehatan anak sedini mungkin mulai dari dalam kandungan hingga melahirkan agar menghasilkan keturunan yang sehat dan lahir selamat.

“Kegiatan lomba balita sejahtera Indonesia dilaksanakan di setiap tahunnya mulai dari posyandu dilanjutkan dengan puskesmas dan puncaknya di tingkat kabupaten, ” ujarnya.

Kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta keluarga dan masyarakat serta memotivasi para ibu untuk selalu merawat bayinya.

“Jumlah balita di Indonesia sangat besar diperkirakan 10 persen dari seluruh populasi. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu perhatian karena awal kegiatan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan, ” katanya.

Dia menambahkan, sesuai dengan tema lomba balita sehat, peran keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak karena peran orang tua dan orang orang dalam lingkungannya memeberikan arti yang sangat besar bagi seorang anak. “Para pemenang akan mewakili Basel lomba balita tingkat Provinsi Babel,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Basel, Supriyadi mengatakan dalam penilaian lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Basel melibatkan dewan juri dari pihak perwakilan dari dokter, dokter gigi, perawat dan tim kesehatan lainnya. Sedangkan yang dinilai seperti gizi anak, berat badan anak, perkembangan anak dan lainnya.

“Tujuan diselenggarakan lomba balita untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kemandirian orang tua dan masyarakat dalam membina tumbuh kembang balita dari segi fisik, mental dan sosial secara optimal,” ujar Supriyadi.

Disamping itu kegiatan itu diharapkan meningkatkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif stakeholder dan masyarakat dalam pembinaan dan pengembangan kesehatan dan kesejahteraan Balita di Kabupaten Basel. (raw)

Related posts