Laporan DPB tak Naik Penyidikan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Sentra Gakkumdu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengadakan jumpa pers terkait laporan Iwan Prahara, mengenai brosur gelap yang ditujukan untuk salah satu Paslon dan laporan dari Johan Murod, Panglima Dewan Pemuda Bangka Belitung, di sekretariat Gakkumdu Babel, Selasa (28/2/2017). Laporan tersebut, terkait dugaan Money Politic oleh salah satu Paslon, adanya dugaan pembukaan kotak suara sebelum hari pemungutan suara dan dugaan Money Politic oleh salah satu oknum KPU Provinsi Babel kepada salah satu pendukung Paslon.
Koordinator divisi penindakan dan pelanggaran sentra Gakkumdu Babel Zul Terry Apsupi menyampaikan, bahwa kedua laporan itu telah diproses namun tidak memenuhi unsur, sehingga gagal dinaikkan kepada tahap penyidikan. Seperti brosur gelap yang ditujukan salah satu Paslon, sentra Gakkumdu sudah mengundang pihak pelapor, namun tidak hadir sehingga laporan itu tidak dapat dilanjutkan kepada tahap penyidikan.
Sementara itu, laporan dari Johan Murod tertanggal 22 Februari pada pukul 21.00 WIB lalu, secara resmi dicabut pada tanggal 23 Februari 2017, disertai berita acara pencabutan laporan dengan tandatangan diatas materai. “Untuk laporan Iwan Prahara, tidak sampai ke penyidikan karena pelapor saat kita undang tidak datang. Sementara, laporan Johan Murod meski sudah dicabut, sesuai dengan prosedur dan SOP dalam UU, Perbawaslu dan Peraturan Bersama tentang sentra Gakkumdu, maka sentra Gakkumdu provinsi tetap melakukan tindaklanjut laporan tersebut selama lima hari. Mulai tanggal 23 sampai dengan 27 Februari,” kata Terry.
Adapun laporan Johan Murod, terkait dugaan Money Politic salah satu Paslon di Air Seruk Kecamatan Sijuk, dugaan pembukaan kotak suara sebelum hari pemungutan suara di Selat Nasik. Serta dugaan Money Politic oleh salah satu oknum KPU Babel kepada salah satu pendukung Paslon.
“Tindaklanjut kita, pada 23 Februari lalu pukul 09.00 WIB kita undang pelapor, Johan Murod dan Agus Adaw untuk dimintai keterangan. Kemudian, 24 Februari pukul 10.00 WIB kita undang ketua KPU Babel untuk dimintai keterangan mengenai dugaan Money Politic oleh salah satu oknum KPU Babel kepada salah satu pendukung Paslon,” imbuhnya.
Selanjutnya, sentra Gakkumdu Babel, juga melakukan pemanggilan pada 25 Februari kepada Panwas Belitung dan Panwascam Selat Nasik, untuk diminta keterangan terkait adanya dugaan pembukaan kotak suara. Sementara, beberapa saksi yang diajukan pelapor, sudah diupayakan pemanggilan sebanyak tiga kali mamun saksi tidak hadir disetiap undangan.
“Saksi yang diajukan pelapor sudah kita panggil tiga kali, seperti Edi Yusuf alias Buyung, Mochtar Motong, pada 24, 25, 26 Februari baik secara surat atau melalui SMS. Tapi, mereka tidak hadir disetiap undangan itu,” tuturnya.
Untuk itu lanjutnya, setelah klarifikasi terhadap semua pihak kecuali saksi-saksi, sentra Gakkumdu provinsi menyimpulkan pada 27 Februari pukul 14.00 WIB, bahwa laporan itu tidak terpenuhi unsurnya karena tidak ada saksi yang hadir dan belum ada bukti yang cukup kuat. “Dua laporan ini tidak dapat kita lanjutkan ke tahap penyidikan, tapi kami mengusulkan kepada Bawaslu Babel untuk menjadikan laporan ini sebagai temuan dugaan pelanggaran. Kemudian, dapat dilakukan penelusuran lebih lanjut seperti pembuktian oknum dan pembuktian kotak suara itu,” tukasnya. (ron/6)

Related posts