Lapis Susu Zullaikha Kebanjiran Order

  • Whatsapp
Zulaikha menunjukkan produk lapis susu Zullaikha, Minggu (26/5/2019).(foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG -Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun, menjelang lebaran pabrikan kue dengan nama produk Lapis Susu Zullaikha selalu kebanjiran pesanan. Tak hanya kue basah, tetapi Zulaikha juga memproduksi aneka kue kering.

“Alhamdulillah, tahun ini yang pesan sudah banyak, bahkan awal puasa saya sudah close order, jadi tinggal menyelesaikan pesanan saja,” katanya, saat ditemui Rakyat Pos, di rumah produksi Lapis Susu Zullaikha, Jalan SMP 10 Air Itam, Pangkalpinang, Minggu (26/5/2019).

Untuk membantu mempercepat menyelesaikan pesanan lebaran ini, membuat dia merekrut 20 orang pekerja untuk membuat berbagai aneka kue.

“Hitung-hitungan membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar, karena kalau cuma dengan pekerja yang ada, enggak terpenuhi permintaannya, makanya kita tambah pekerja,” ulasnya.

Lebaran tahun ini, dia memproduksi sekitar 1,5 ton atau 1.500 kilogram kue kering, yang dibuat dua minggu sebelum puasa dan diselesaikan beberapa hari sebelum lebaran.

“Untuk kue kering ada 12 macam, mulai dari nastar, sagu keju, coklat nuget dan lainnya. Harganya bersahabat di kantong juga lumer di lidah dengan menggunakan lebih banyak susu,” ujar Zulaika.

Untuk kue kering, satu kilo dibanderol dari harga Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram yang dikemas per 500 gram sehingga memudahkan konsumen untuk membeli.

Dia menambahkan kue kering diolah dengan resep sendiri dan ditambah dengan campuran susu yang lebih banyak, sehingga rasanya dijamin lebih yahud. Sedangkan untuk kue basah, lapis susu terdiri dari berbagai jenis, diantaranya lapis gulung nanas dan lapis gulung tikar.

Untuk lapis susu dijual per pack kecil Rp35.000, sedangkan untuk loyang besar Rp180.000, loyang ukuran 20×20 Rp150.000 per loyang dan untuk lapis gulung dengan harga bervariasi.

“Lapis susu tembus 1500 loyang, lapis gulung 1000 gulung, lapis gulung tikar 1.000 gulung, kue tampah 800 an tampah,” bebernya.

Untuk mengemas kue tampah ini, Zulaika juga mempekerjakan anak-anak SMKN 1 Muntok untuk membantunya lima hari sebelum lebaran.

“Kalau untuk kue lapis, kita mulai produksi sepuluh hari sebelum lebaran, disimpan dalam ruang pendingin, untuk mengeringkan pinggiran kue, agar ketika diiris pas lebaran nanti kuenya kembali basah dan enak dimakan,” ulasnya.

Pasaran kue Zulaikha ini, tak saja seputar pulau Bangka, tetapi juga dikirim ke Belitung dan Jakarta yang dibantu puluhan reseller.

“Kalau di Belitung, itu produksi sendiri, masih bisalah kau mau pesan satu dua loyang, tapi kalau disini sudah enggak bisa order lagi, karena dari awal kita sudah buka order dan tutup sebelum puasa,” tandasnya.

Ia bersyukur, setiap tahun, semakin banyak peminat kue Zulaika, meskipun keteteran menyiapkan aneka kue, tetapi ia tetap semangat untuk memasarkan produknya dan sekaligus mengias rezeki.

“Alhamdulillah, omzet diperkirakan lebih Rp500 juta, kalau melihat pesanan ini ya, tapi total belum dihitung,” imbuhnya.

Berjualan kue lapis sejak 2013 silam, Zulaika semakin mencintai pekerjaan yang ia tekuni saat ini.”Mudah-mudahan berkah, aamiin,” katanya sumringah.(nov/10)

Related posts