Lapas di Babel Sudah Overload

  • Whatsapp

Kementerian Minta Bantuan Pemprov
Wicipto: Lapas Overload Bisa Picu Keributan

PANGKALPINANG- Permasalahan overload atau kelebihan kapasitas terjadi di banyak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Tak terkecuali di Bangka Belitung (Babel). Banyak Lapas yang ada, sudah tidak mampu menampung narapidana yang jumlahnya terus meningkat.

Read More

“Over, rata-rata 50 persen, misalnya kapasitas 400 orang dihuni 600 orang, kecuali di Sungailiat yang sudah 100 persen, kapasitas 200 sudah dihuni 400 napi, di Lapas narkoba dari 400 isinya 600 napi, tapi masih banyak juga napi yang di titipkan di Sungailiat, Tuatunu, Tanjungpandan, dan Muntok,” kata Mantan Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Babel, Bambang Palasara,

Bambang yang dimutasi ke Jambi ini mengatakan, untuk data penghuni Lapas, setiap tahun selalu berfluktuatif, tetapi yang terus meningkat adalah napi narkoba yang terus mengalami peningkatan setiap tahun.

“Sebanyak 45 persen penghuni Lapas adalah kasus narkoba, dari 2000 tahanan 940 nya adalah narkoba, 85 persen usia produktif dan seperempatnya adalah perempuan,” kata Bambang.

Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Hukum dan HAM, Wicipto Setiadi, meminta dukungan dan bantuan dari Pemprov Babel untuk membantu memenuhi kebutuhan akan fasilitas lapas ini, terutama penyediaan lahan dan lainnya yang bisa dimungkinkan.

“Terkait kelebihan kapasitas di lapas, mohon dukungan cari jalan keluar, terkait keterbatasan lapas dan rutan, penghuni Lapas selalu over kapasitas, dan yang juga harus menjadi perhatian bersama adalah bahwa 50 persen penghuni Lapas adalah karena narkoba, oleh karena itu tak mungkin diselesaikan sendiri oleh kakanwil, tapi koordinasi dan dukungan pemda dan lainnya yang siap untuk membantu,” kata Wicipto, dalam Sertijab Kakanwil Kemenkum dan HAM Babel, Selasa (17/1/207).

Meskipun di Lapas di Babel tidak bergejolak, tetapi, kata Wicipto harus tetap diwaspadai, karena gejolak muncul tanpa bisa diprediksi. Ia menyebutkan, rata-rata overload di setiap Lapas bisa mencapai 200 persen. Jika sudah overload, maka memungkinkan bisa memancing keributan.

“Keterbatasan kami dalam sediakan sarana dan prasarana dalam kepentingan lapas, mungkin ada koordinasi antar kanwil dan forkominda untuk tidak gampang melakukan penahanan untuk kasus-kasus tertentu yang memungkinkan tak ditahan, kalau bisa, ya jangan ditahan, kemudian yang jadi masalah serius adalah masalah narkoba. Narkoba ini yang harus dikerjasamakan dengan baik,” tuturnya.

Related posts