by

Lansia Harus Produktif, Aktif dan Berkualitas

-Berita Kota-273 views
Kegiatan Gerakan Nasional Pendampingan Perawatan Jangka Panjang Berbasis Keluarga di Menumbing Heritage, Kamis (13/9/2018). (foto: Nurul Kurniasih)

BKKBN Bekali Kader BKL Penguatan Lansia

PANGKALPINANG – Puluhan kader Bina Keluarga Lansia (BKL) dibekali pemahaman untuk penguatan lansia menjadi lansia yang produktif, aktif dan berkualitas dalam kegiatan Gerakan Nasional Pendampingan Perawatan Jangka Panjang Berbasis Keluarga di Menumbing Heritage, Kamis (13/9/2018).

Direktur Bina Ketahanan Keluarga, Lansia dan Rentan BKKBN RI, Widati mengatakan, dalam memanfaatkan bonus demografi, selain memanfaatkan usia produktif, usia lansia juga harus dimanfaatkan dan diberdayakan.

“Kita ingin menjadikan lansia tangguh, sehat aktif mandiri dan produktif, kalau sejahtera semua pemerintah sedikit aman dan harapan kita kedepan mencapai bonus demografi pertama sukses maka bonus demografi kedua juga harus sukses dengan memberdayakan lansia,” katanya dalam acara tersebut.

Lansia produktif, lanjut dia, harus dipersiapkan sejak saat ini, yang dimulai dari penguatan keluarga, dimulai sejak masa kehamilan, ibu hamil yang harus memeriksakan ke dokter, persalinan, ketika bayi harus menyusui, pola asuh, pembinaan, sosialisasi dan lainnya, sehingga ketika memasuki usia lansia, para lansia ini sudah mantap dan produktif dalam persoalan keuangan, sosial dan kehidupan lainnya.

“Lansia harus digenjot agar potensial dan produktif, jumlah lansia meningkat setiap tahun, pada 2010 18 juta (7,56) dan diprediksi akan meningkat, semestinya ketika tua, lansia ini tidak ada tanggungan hidup dan juga tidak menjadi tanggungan anaknya,” katanya.

Widati juga mengajak, pada kader untuk bisa mengarahkan lansia agar menjaga kesehatan, karena pada usia lanjut ini, rentan akan berbagai penyakit, selain pola hidup sehat lansia juga harus diajak berolahraga, tersenyum dan tertawa.

Kepala Perwakilan BKKBN Babel Etna Estelita mengatakan, angka harapan hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 sebesar 69,15 (bps.go.id) dan terus meningkat hingga ke angka 69,95 hingga akhir 2017 (bps.go.id).

Berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2015- 2045 Hasil Supas 2015, jumlah penduduk Iansia di Provinsi Kepulauan Babel (usia >65 tahun) sebesar 4.500 orang pada tahun 2015, diperkirakan meningkat menjadi 5.700 pada tahun 2020, dan meningkat Iebih besar pada tahun 2025 menjadi 7000 orang dan pada tahun 2045 diperkirakan jumlah Iansia di Provinsi Kepulauan Babel menjadi 12.900 orang.

“Rasio ketergantungan Lansia (per 1000 jiwa) di Provinsi Kepulauan Babel sebesar 44,9, artinya setiap 100.000 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 45 orang,” tuturnya.

Oleh karenanya, melalui kegiatan ini, diharapkan peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam kehidupan keluarga.

“Pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya,” sebutnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU