Langkah Bangka Belitung Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp

Oleh: Sentosa Lomban Toruan, S.Sos
Pranata Humas Ahli Muda Pada Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Kep. Babel

PADA Bulan Desember 2019, dunia digemparkan dengan berita telah terjadi penularan penyakit secara masif yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Dunia merespon hal tersebut, sementara itu World Health Organization (WHO) mengingatkan seluruh dunia bahwa ada potensi penyebaran penyakit dari orang ke orang dan teridentifikasi sebagai virus corona, yang selanjutnya disebut Corona Virus Disease (Covid-19).

Dikutip dalam laman https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/events-as-they-happen. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara di konferensi media COVID-19, dan mengatakan WHO telah menilai wabah ini sepanjang waktu dan sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, serta tingkat penyebaran yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu telah membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi.

Baca Lainnya

Pandemi bukanlah kata digunakan dengan mudah atau sembrono. Ini adalah kata yang jika disalahgunakan dapat menyebabkan ketakutan yang tidak masuk akal, atau pemahaman yang tidak dapat dibenarkan akibat dari kata – kata tersebut dapat berdampak atau mengakibatkan kematian yang cukup cepat.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia online, https://kbbi.web.id/pandemi, kata pandemi memiliki arti wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

Sebelumnya, atau tepat di tahun 2002 kita mengenal virus SARS, dengan tingkat kematian 13%, dan pada tahun 2011 virus MERS yang inangnya onta, dengan tingkat kematian 30-40%. Sedangkan Covid-19 tingkat kematian sebesar 15%. Semua virus tersebut, baik Covid-19, SARS, maupun MERS berasal dari China.

Tingkat penyebaran Covid-19 di China saat ini telah mengalami penurunan drastis dari sebelumnya mencapai hingga 1000 per hari yang terinfeksi, sekarang sudah turun menjadi 100 orang per hari. Penyebaran lebih luas justru terjadi di luar wilayah China, yaitu di Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Itali. Covid-19 bahkan telah menyerang para pejabat tinggi di negara tersebut.

Keberadaan Covid-19 saat ini sudah tidak bisa termonitor dengan Thermal Scanner, karena gejala Covid-19 saat ini tidak selalu menunjukkan gejala demam yang tinggi, sehingga sukar terdeteksi. Semua negara hampir mengalami adanya kasus baru penderita Covid-19 dengan gejala minimal atau tanpa gejala.

Sementara itu di Indonesia, Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden tanggal 6 Maret 2020 telah melakukan antisipasi dalam pencegahan penyebaran virus corona dengan mengeluarkan protokol dalam menangani virus corona yang diterbikan yaitu Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, Protokol Area Pendidikan, Protokol Area Publik dan Transportasi. Protokol tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan.

Dikutip dari laman https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-16-maret-2020/#.XnAvwaNvfIV yang dilansir pada tanggal 16 Maret 2020 menyatakan, perkembangan kasus Coronavirus Disease (COVID-19), menggunakan sumber data WHO tanggal 16 Maret 2020 secara global yaitu total kasus konfirmasi COVID-19 global berdasarkan data per tanggal 15 Maret 2020 adalah 153.517 kasus, 81.048 kasus diantaranya dilaporkan dari China (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 83,6% kasus konfirmasi dari China berasal dari Provinsi Hubei, dengan rincian total kematian 5.735 kasus (CFR 3,7%), 3.204 diantaranya dilaporkan dari China. Selain itu kasus konfirmasi yang dilaporkan di 143 negara di luar negara China, sebanyak 72.469 kasus dengan 2.531 kematian di 29 negara.

Sementara itu di Indonesia sejak 30 Desember 2019 sampai 16 Maret 2020 pukul 08.00 WIB, terdapat 1.138 orang yang diperiksa dari 28 Provinsi dengan hasil pemeriksaan yaitu 1.011 orang negatif (188 orang ABK kru kapal World Dream dan 68 orang ABK Diamond Princess), 117 kasus konfirmasi positif COVID-19 dan 10 sampel masih dalam pemeriksaan.

Kasus 1 merupakan kontak erat dari WN Jepang yang menjadi kasus konfirmasi ke-24 di Malaysia. Kasus ke-2, 3, 4, 5, 10, 11, 12, 13, 20, 21, dan 27 masuk dalam satu Kluster dengan kasus 1. Kasus keenam merupakan Anak Buah Kapal kru Kapal Diamond Princess. Kasus 7 merupakan WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke Amerika Serikat dan transit di Jepang, dan kasus 8 merupakan kontak erat dari kasus 7. Kasus ke-14, 17 dan 19 memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia. Kasus ke-25 merupakan WNA yang berkunjung ke Indonesia, sebelum di Indonesia kasus sudah bergejala dan memiliki riwayat penyakit penyerta. Pada tanggal 11 Maret 2020, kasus ke-25 meninggal. Kasus ke-32 memiliki riwayat perjalanan ke Singapura. Kasus 35, 36 dan 50 meninggal. Kasus 53 kontak dengan kasus 22. Kasus lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Wilayah yang terjangkit yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat (Kab.Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung), Banten (Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Solo), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Utara (Manado), Bali dan DI Yogyakarta.

Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitungm (Babel) berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Babel, pihaknya melakukan pemantauan terhadap 2.620 orang, dengan hasil 2.277 orang sudah selesai dipantau. Dan saat ini, masih ada tiga pasien suspect Corona yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Suspect corona di Babel, sebanyak 5 orang, dan sudah melalui proses Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang akan dilakukan pengawasan lebih mendalam, diharapkan segera sembuh. Kendati begitu, kondisi Babel masih kondusif dan diharapkan dapat ditekan dengan melakukan kesiapan dari para Satgas yang akan dibentuk untuk segera bergerak serta kewaspadaan bagi seluruh masyarakat Babel dalam menjaga kesehatan dan mengurangi kontak dengan orang lain.

Langkah yang harus dilakukan saat ini, untuk mencegah covid-19 adalah dengan memperketat pintu masuk para pengunjung dari luar daerah seperti di bandara maupun tempat keluar-masuk masyarakat dari luar daerah. Selain itu, dinas kesehatan juga melakukan sosialisasi dan kesiapan rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien suspect virus corona di Babel.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga gencar dalam melakukan antisipasi penyebaran dan pencegahan virus corona dengan melakukan pembentukan satgas antisipasi pencegahan corona virus dengan melibatkan stakeholder yang ada dan mengikut sertakan organisasi kepemudaan, pramuka dan Palang Merah Indonesia.

Pemerintah Provinsi Babel mengimbau masyarakat untuk tidak panik atas kejadian ini, karena di beberapa wilayah lainnya di Indonesia banyak terjadi kepanikan masyarakat, terjadi pembelian bahan makanan yang berlebihan di beberapa wilayah yang terjangkit, sehingga mengakibatkan wilayah tersebut kekurangan pasokan bahan makanan, sehingga banyak toko ataupun pusat perbelanjaan kehabisan bahan pokok untuk dijual.

Selain itu untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 440/ 1037/ VIII tanggal 16 Maret 2020 tentang upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait aktivitas aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer (PHL) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka belitung yang diberlakukan sejak tanggal 17 Maret 2020. Surat Edaran ini berisikan tentang agar tetap berjalannya penyelenggaraan roda dan aktivitas pemerintahan di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan guna mencegah serta menghindari risiko tertularnya virus corona, maka pelaksanaan apel pagi, apel sore, apel mingguan serta senam pagi untuk sementara ditiadakan.

Kemudian meniadakan perjalanan dinas keluar daerah (keluar negeri/keluar daerah) dan dinas dalam daerah. Selain itu, masing – masing OPD untuk menyiapkan tempat cuci tangan menggunakan air bersih dengan sabun atau hand sanitizer, alat ukur suhu tubuh. (***)

Related posts