Langgar Perjanjian, Satpol PP Ancam Segel Ruko

  • Whatsapp

Ada Satu Orang Kuasai Tiga Ruko
Dalyan: Harusnya Ada Persetujuan Pemda

SUNGAILIAT – Satpol PP Kabupaten Bangka mendapati sejumlah pelanggaran yang dilakukan penyewa ruko di Pasar Kite Sungailiat. Yang pertama ada tiga ruko dikuasai satu orang dan ruko Toko Pancing SSS yang dijadikan gudang sembako.

Read More

“Kemarin kita ke pasar kite, ada permintaan dari UPT Pasar agar melakukan penegakan hukum terhadap adanya kegiatan yang melanggar perda yang melanggar perjanjian,” kata Kepala Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie, Jumat (2/6/2017) .

Dalyan menjelaskan tidak boleh dilakukan pengalihan ruko antara penyewa dengan pemda, serta alih fungsi ruko untuk dijadikan gudang sembako.

“Sesuai perjanjian pengalihan itu salah, harusnya itu ada persetujuan dari pihak pertama yaitu Pemda, karena kalau itu dialihfungsikan jelas melanggar. Kalau dialihkan itu harus berubah semua SITU, SIUP-nya. Kemaren melalui PPNS kita perintahkan untuk pantau itu,” ujarnya.

Menindaklanjuti ini, kata Dalyan, rencananya kedua orang penyewa ruko itu akan dipanggil terlebih dahulu. “Saya kurang tahu juga, apakah mereka ada surat resmi, yang jelas itu melanggar. Kalau itu jelas melanggar kami akan menyegel toko SSS karena pengalifungsian itu harus ada persetujuan pihak pertama yaitu pemda,” tambahnya.

Lebih lanjut Dalyan menuturkan, satu lagi ada tiga ruko dikuasai satu orang atas nama Bong Kong Tin. “Kita akan panggil karena satu bukan untuk sembako tapi jual pecah belah. Kalau diubah maka surat perjanjian juga harus diubah, baik pengalihan orang maupun pengalifungsian jenis jualan. Kita agak aneh satu orang menguasai tiga ruko,” bebernya.

Dikemukakannya, Satpol PP akan memanggil penyewa dan menyegel ruko. Kemudian segera membuat proses kembali. Ditegaskan Dalyan, ruko tidak boleh dipakai untuk gudang. Kalau diperbolehkan itu harus membuat izin gangguan karena resikonya besar misalnya kebakaran gas dan lainnya.

“Ini upaya justisia Satpol PP mendukung kebijakan pemda dan dan mereka harus membayar sewa per tahun. Informasinya, 2017 ini belum banyak masuk ke kas daerah. Tujuannya dalam rangka peningkatan PAD karena sewa itu wajib dibayar oleh pemiliknya, karena selama ini susah sekali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Sungailiat, Achmad Suherman mengakui jika pihaknya menerima laporan adanya ruko di Pasar Kite yang dipindahtangankan.

“Untuk di pasar banyak informasi, toko-toko banyak dipindahtangankan tanpa sepengetahuan Pemda. Mereka banyak ketahuan jual ke orang lain. Ada toko di ujung itu SSS, dulu dia jual pancing tiba-tiba sekarang tidak berjual lagi. Orang disebelahnya yang pinjam untuk gudang,” ujarnya.

Lebih lanjut Suherman menuturkan, sementara ruko yang ditemukan menyalahi aturan ditutup dan tidak boleh beroperasi. Menurutnya, ruko itu strategis sehingga banyak orang membeli dan memindahtangankan atau mengalihfungsikan.

“Banyak laporan warga tapi kalau untuk menyelidiki kami sulit. Jadi bagi yang menyewa tapi tidak sanggup membayar atau tidak berjualan lagi, lapor ke kami. Kembalikan ke pemda,” pungkasnya.(snt/10)

Rumah Makan Diminta Pasang Tirai

Sementara itu, Dalyan Amrie mengharapkan rumah makan yang beroperasi selama ramadan dapat memasang tirai untuk menghormati orang yang sedang berpuasa. Selain itu, kepada tempat hiburan diminta untuk mematuhi edaran yang disampaikan Pemkab Bangka.

Inspeksi mendadak (sidak), kata Dalyan direncanakan dalam waktu dekat namun masih dirahasiakan. “Kami sedang memantau tempat-tempat hiburan, apabila melanggar akan diberi peringatan dulu, kemudian kalau tidak diindahkan akan kita segel,” tambahnya.

Menurutnya, ini merupakan kebijakan bupati dan surat sudah disebarkan ke semua tempat hiburan dan rumah makan oleh bagian Kesra.

Namun dikemukakan Dalyan, ada kebijakan Pemda terkait adanya surat dari Tanjung Pesona agar tempat hiburan mereka tidak ditutup selama bulan puasa dikarenakan itu fasilitas hotel.

“Kami menunggu arahan dari bupati. Itu salah satu bentuk kebijakan saya pikir bisa juga, selama itu tidak melanggar. Intinya puasa ini bagaimana saling menghargai, toleransilah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dalyan menuturkan, untuk di terminal atau dikenal Pasar Mambo dibuat tempat jualan pasar kaget.

“Tetapi kemarin sudah kami koordinasi dengan pihak pengelola agar daerah-daerah atau jalan jangan sampai terganggu. Mereka buat lapak terganggu jalannya maka akan ditindak dipindahkan,” pungkasnya.(snt/10)

JustForex

Related posts