Lailatulkadar, Momentum Mendekatkan Diri kepada Alquran

  • Whatsapp
Alansori, S.Th.I, M.Pd
Pimpinan Rumah Qur’an Cahaya/Ketua Ikadi Basel, Babel

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat islam di dunia, sebab pada bulan tersebut penuh dengan keistimewaan dan kemuliaan. Selain itu, kebaikan-kebaikan dan pahala yang berlipat ganda di bulan tersebut. Bulan itu keberkahan melimpah bagi seluruh alam, bahkan keberkahannya juga terasa bagi umat non muslim sekalipun.

Tak terasa kita sudah memasuki pertengahan di bulan Ramadan. Berbagai kegiatan sosial dan kegiatan kemanusian yang hampir setiap hari kita lihat. Baik di masyarakat sekitar kita yang bisa kita rasakan langsung  ataupun di tempat yang jauh melalui berita atau dunia elektronik.

Bulan Ramadan yang mulia terjadi setahun sekali keberkahan, dan keutaamaannya sangat banyak sekali dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, baik pada siang dan malamnya. Pada bulan Ramadan terdapat malam yang sangat berbeda dengan malam lainnya, malam tersebut yang dimaksud adalah malam Lailatulkadar atau malam kemuliaan.

Malam Lailatulkadar atau sering kita dengar di masyarat dengan malam Nuzulul Qur’an biasanya diperingati pada malam ke-17 di bulan Ramadan. Umat muslim selalu memperingati malam itu dengan mendekatkan diri dengan Alquran, disebabkan Alquran diturunkan pada malam Lailatulkadar.

Baca Lainnya

 

Kapan Malam Lailatulkadar Terjadi?

Mendapatkan malam lailatulkadar menjadi impian bagi setiap muslim. Namun, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui kedatangan malam Lailatulkadar. Allah Ta’ala sengaja merahasiakan kapan sesungguhnya malam itu terjadi. Tujuannya, agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh untuk beramal di setiap malam pada bulan Ramadan. Akan tetapi, Rasulullah SAW hanya memberitahukan kepada kita keutamaannya dan tanda-tandanya.

                                            

Tanda-tanda Lailatulkadar

Rasulullah SAW tetap menjelaskan kepada umatnya tentang kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan keberkahan lailatulkadar. Dalam beberapa riwayat, beliau memerintahkan para sahabatnya agar mencarinya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, terutama di malam-malam yang ganjil.

“Carilah lailatulkadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

Selain mencarinya pada malam yang ganjil, ada juga beberapa tanda lain yang disebutkan oleh Nabi SAW akan datangnya malam lailatulkadar. Tanda-tanda tersebut di antaranya: Pertama, udara atau angin pada malam itu terasa tenang, tidak telalu dingin dan tidak pula terasa panas. Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, Rasulullah SWAW bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin..”. (HR. Ibnu Huzaimah).

Kedua, Matahari di pagi harinya tidak begitu panas dan berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru. Disebutkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“..Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot”. (HR. Muslim).

Ketiga, Malam tersebut tampak cerah dan terang. Sebuah riwayat dari Ubadah bin Shamit, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“…Sesungguhnya tanda Lailatulkadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatulkadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu”. (HR. Ahmad).

 

Keutamaan Lailatulkadar

Ada beberapa keutamaan malam lailatulkadar, Pertama, Diampuni Dosa dan kesalahan kita. Rasulullah SAW menyebutkan, “Barang siapa yang terjaga untuk mendapatkan malam lailatulkadar, kemudian benar-benar mendapatkannya, maka dia telah diampuni dosa sebelum dan sesudahnya”, (HR. Ahmad).

Kedua, Malam Lebih Baik dari seribu bulan, malam tersebut lebih baik dari pada seribu bulan. Allah SWT berfirman: “Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan”, (Q.S Al-Qadr:2–3).

Jika dikalkulasikan dengan tahun masehi, seribu bulan itu setara dengan 83 tahun lebih. Jadi, ibadah yang kita lakukan dimalam lailatulkadar, pahalanya setimpal dengan ibadah 83 tahun lebih.

Ketiga, Malam penuh pengampunan. Para malaikat akan berbondong-bondong turun ke bumi. Maka pada malam tersebut dianjurkan bagi umat muslim untuk banyak berdoa. Allah SWT berfirman: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (Q.S Al-Qadr: 4).

Para malaikat-malaikat akam turun ke bumi dan melihat para hamba-Nya yang beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan malam lailatulkadar tersebut.

 

Hikmah memperingati malam Lailatulkadar

Selain itu, ada hikmah yang terkandung di malam laitulkadar: Pertama, kita dianjurkan untuk kembali ke Alquran. Dimasa sekarang kehidupan manusia  sudah meningalkan Alquran, dan Alquran hanya sebagai pajangan dan bahan pembahasan keilmuan, bukan pedoman yang harus diikuti dalam setiap langkah hidup manusia. Alquran adalah pedoman hidup bagi manusia. Dengan Alquran manusia bisa hidup bahagia dunia dan akhirat, manusia bisa membedakan mana yang haq dan bathil.

Kedua, Lailatulkadar sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan banyaknya kita beribadah dan melukakan amalan-amalan dimalam lailatulkadar, maka kita akan kembali merasakan nikmatnya ibadak kepada yang berkah disembah. Ketiga, Membertebal iman dan taqwa kepada Allah. Satu tuntutan dalam Alquran dalam ibadah puasa, yaitu agar kita bertaqwa. Dengan malam lailatulkadar, iman dan taqwa akan dicurahkan oleh Allah, senhingga kita akan semakin takut kepada Allah SWT.

Semoga dengan lailatulkadar kita bisa tinggatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan malam kemuliaan itu bisa kita raih dengan baik. Dan yang tidak kalah pentingnya, mari kita jadikan malam Lailatulkadar momentuk untuk mendekatkan diri kita kepada Alquran.(***).

Related posts