Lagi, Rapat Paripurna DPRD Bangka Molor

  • Whatsapp
Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Bangka dengan agenda penyampaian Raperda APBD-P dan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun 2019, Kamis (1/8/2019).(foto: Riski Yuliandri)

Anggota Dewan Datang Telat
Ucok Hanya Bisa Mengingatkan

SUNGAILIAT – Untuk kesekian kalinya, Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Bangka kembali molor. Kali ini, rapat yang digelar Kamis (1/8/2019) dengan agenda penyampaian Raperda APBD-P dan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun 2019 yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB, baru dimulai pukul 11.00 WIB.

Muat Lebih

Para anggota dewan yang hadir saat paripurna tersebut terlihat semakin sedikit setelah rapat ditunda untuk makan siang dan salat zuhur. Sebelumnya ada 24 anggota dewan yang hadir, namun setelah ditunda untuk makan siang, terhitung hanya 11 dewan saja yang masih duduk dikursinya dan melanjutkan rapat.

Ketua DPRD Bangka, Parulian Napitupulu dikonfirmasi wartawan perihal kembali molornya rapat paripurna hanya bisa tersenyum. Dia kembali mengungkapkan, datang terlambat adalah kebiasaan para wakil rakyat di DPRD Bangka, meskipun sudah memberikan contoh untuk datang tepat waktu.

“Kalian bisa liat sendiri saya jam sembilan sudah disini (ruang paripurna-red). Harusnya sebagai wakil rakyat, kita harus memberikan yang terbaik, kita dipilih oleh rakyat jadi sudah sewajarnya kita beri dan kerja dengan sebaik mungkin,” ungkap Ucok sapaan akrab Parulian.

Dia sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah kebiasaan para anggota dewan tersebut karena memang bukan wewenangnya. “Itu wewenang BK (Badan Kehormatan-red), saya cuma bisa mengingatkan dan memberi contoh saja biar datang tepat waktu,” tambahnya.

Namun begitu, politisi PDI Perjuangan ini berharap kebiasaan negatif para dewan tersebut dapat hilang dan lebih menghargai waktu. “Memang tidak mudah, harus dari hati dan pribadi masing-masing,” katanya.

Sementara itu, dalam paparannya Wakil Bupati Bangka, Syahbudin menyampaikan jumlah anggaran belanja daerah RAPBD-P tahun 2019 sebesar Rp 1.353.718.801.421,75.  Jumlah tersebut lebih besar 11,48 persen dari anggaran belanja daerah dalam APBD induk tahun anggaran 2019 yakni Rp. 1.214.299.782.000.

Dia mengatakan APBD-P tersebut untuk meningkatkan ketahanan pangan, kualitas lingkungan hidup serta pemerataan pembangunan infrastruktut dan konektivitas wilayah khususnya di Kabupaten Bangka.

“Kita menyadari keterbatasan APBD dalam membiayai pembangunan dan menggerakkan perekonomian. Oleh sebab itu, partisipasi sektor swasta perlu kita gerakan untuk memacu sektor-sektor ekonomi unggulan daerah,” ungkapnya.

APBD-P 2019 tersebut juga, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor unggulan, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan agar lebih berkualitas.

“Kita harapkan di APBD-P tahun  2019 ini mampu menjadi pondasi ekonomi sekaligus benteng kokoh dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah kita,” tambah Syahbudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangka, Parulian berharap anggaran APBD-P 2019 tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Harapannya dengan anggaran perubahan ini, pemerintah bisa melaksanakan dan memanfaatkan dengan semaksimal mungkin sehingga bisa dinikmati masyarakat dan semua fraksi menyetujui anggaran perubahan ini,” ungkapnya.(mla/10)

Pos terkait