Lagi, Nelayan Tewas Dimangsa Buaya

  • Whatsapp

Kedempul Diterkam saat Mukat
Kondisi Korban Mengenaskan

BELINYU – Kedempul (40) nelayan Dusun Pejem, Desa Gunung Pelawan, Kecamatan Belinyu tewas dengan kondisi mengenaskan setelah diterkam buaya muara di Pantai Mendulang dusun Pejem, Senin sore (16/1/2017) kemarin.
Korban diserang seekor buaya ganas saat sedang memasang jaring di pantai. Awalnya Kedempul bersama dua orang temannya, Tatang (30) dan Apat (36) pergi menjaring ikan di pantai Mendulang.
Namun, baru mau memasang jaring tiba-tiba seekor buaya menerkam Kedempul dibagian perut pas tulang rusuk sebelah kanan dan menariknya hingga tenggelam.
Kedua teman korban yang panik dan ketakutan langsung berlari memberitahukan kepada warga tentang kejadian yang baru mereka alami.
Setelah menunggu 1 jam mayat korban akhirnya timbul persis tempatnya diterkam.
Informasi yang dihimpun wartawan tadi malam dari Kades Mapur, Agus Sari, mengatakan Kedempul awalnya memang tercatat sebagai warga Desa Mapur Kecamatan Riau Silip. Namun setelah menikahi wanita asal Dusun Pejam, ia pun pindah jiwa.
Menurut Agus, Kedempul tewas ditarik buaya di bagian perutnya. Ia ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB oleh warga sekitar. Lantaran orang tua korban masih tinggal di Desa Mapur, Jenazah Kedempul pun akan dimakamkan di Desa Mapur.
“Kedempul ni awal e warga Mapur. Kawin kek orang Pejem. Pindah jiwa kesane. Die ni kate e nek nebak, masang jaring ikan di pinggir laut. Ditarik buaye. Kate kawan-kawan perut e di tarik. Ku la suruh RT-RT jemput jenazah e. Mak e nek dikubur disinilah,” jelas Agus Sari.
Sayangnya pihak Polsek Belinyu ketika dikonfirmasi tadi malam mengatakan pihaknya belum mendapatkan data atas peristiwa tersebut.
“Dimane. Dak de laporan e di Polsek. Kami belum dapat datanya,”ujar Kanit res Polsek Belinyu ketika dikonfirmasi.

Read More

Jangan Mandi di Pantai

Sementara itu, pasca kejadian Ngalimun warga Dusun Mempunai Desa Serdang tewas disambar buaya saat menyungkur di Pantai Mempunai dua pekan lalu.
Perburuan dua pawang buaya yang diturunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) sejak sepekan lalu, belum membuahkan hasil.
Hingga Senin (16/1/2017) perburuan masih terus berlanjut dengan menyisir pesisir laut mulai dari Gusung hingga perairan Kampung Padang.
Sekda Basel, Suwandi, menyebutkan Pemkab Basel berencana menambah pawang buaya guna menangkap hewan predator tersebut. “Hingga hari ini, pencarian masih terus dilakukan. Memang belum ada hasil, wilayah yang luas cukup menyulitkan pawang mencari buaya-buaya tersebut. Kita berencana menambah pawang buaya lagi,” kata Suwandi kemarin siang.
Para pawang buaya memperkirakan keberadaan buaya muara yang masuk ke perairan laut bisa mencapai 10 ekor. Untuk itu, Suwandi mengimbau kepada masyarakat dan nelayan untuk dapat menahan diri, agar tidak mandi di tepi pantai. Begitu juga dengan nelayan sungkur agar hati-hati jika memang akan turun mencari udang sungkur.
“Karena buayanya belum dapat, kita imbau masyarakat jangan mandi di pantai dulu, nelayan sungkur juga jika memang mau turun, harus hati-hati, jangan sampai ada korban lagi, kita tetap berusaha maksimal,” ujar Suwandi.
Seperti dilansir sebelumnya, dua warga Toboali menjadi korban predator ganas ini. Girip warga Kampung Padang Toboali menderita sejumlah luka di bagian kaki kirinya. Beruntung Girip mampu melawang buaya muara yang panjangnya baru satu meter lebih ini dan berhasil menghindar. (2nd/raw/6)

JustForex

Related posts