Lagi, Hutan Pelawan Disambangi Wisatawan Manca Negara



Wisatawan Mancanegara dari Prancis Mr. Lucas, Eka Moncarre bersama keluarganya saat mengunjungi bersantap siang di Hutan Pelawan Namang, Bangka Tengah, Rabu kemarin.(foto: ran).

Sangat Menyukai Kuliner Bangka

KOBA – Kawasan Hutan Pelawan Desa Namang, Bangka Tengah menjadi pilihan tempat kunjungan para wisatawan. Kunjungan wisatawan Mancanegara dari Prancis ini, sudah yang kesekian kalinya setelah sebelumnya dikunjungi wisatawan dari Ukraina dan Spanyol.

Eka Moncarre, Country Manager France didampingi Mr. Lucas saat dilokasi Hutan Pelawan mengatakan, ada tiga hal yang dipromosi dari Babel ini, diantaranya kuliner Bangka, keindahan alam beserta hutan dan kebudayaan.

“Saya datang ke Hutan Pelawan Namang ini selain sebagai guide, juga liburan bersama keluarga, suami, anak dan ibu. Selama tiga hari di Bangka, saya sangat menyukai kuliner Bangka, kemudian keindahan alam, beserta hutan dan kebudayaan,” ujarnya saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Rabu (09/08/2017).

Dikatakannya, kuliner Bangka direkomendasikan kepada wisatawan manca negara di negara eropa karena cita rasanya yang khas dengan kearifan lokal Babel. Kemudian keindahan alam yang dimiliki Babel sangat indah, seperti pantai.

Demikian juga dengan pengelolaan kawasan Hutan Pelawan dan mangrove sangat menarik perhatian wisatawan, ditambah lagi dengan kebudayaannya sangat beragam yang merupakan gabungan dari Tionghoa, melayu, dan silsilah sejarah kerajaan terdahulu.

“Ketiganya saling keterkaitan, sehingga ada semacam keunikan sebagai ciri khas Babel. Ini yang saya jual ke Prancis, dan saya promosi ke seluruh media di Prancis,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Hutan Pelawan, Zaiwan mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 10 wisatawan manca negara yang mengunjungi Hutan Pelawan Desa Namang, yakni Negara Ukraina, Prancis, dan Spanyol.

Katanya, setiap wisatawan berkunjung ke Hutan Pelawan Namang, bukan hanya satu tujuan, tetapi banyak tempat yang dituju, seperti ada replika madunya, jamur, dan replika wisata ngelimbang dilokasi eks tambang.

“Menurutnya, perawatan Hutan Pelawan masih dilakukan secara swadaya. Kalau dukungan pemerintah hingga saat ini berbentuk pelatihan,” tukasnya. (ran/3).

 

 

No Response

Leave a reply "Lagi, Hutan Pelawan Disambangi Wisatawan Manca Negara"