Lagi, ASN Terlibat Gelapkan Mobil Rental

  • Whatsapp

Berdalih untuk Membayar Hutang

MENTOK – Setelah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Pangkalpinang ditangkap polisi karena terlibat dalam penggelapan puluhan unit mobil rental, kali ini hal serupa dilakukan oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Bangka Barat (Satreskrim Polres Babar) berhasil membongkar sindikat penggelapan dan pencurian mobil tersebut. Dua orang berhasil diamankan, termasuk satu diantaranya ASN yang bekerja di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

“Modusnya mobil tersebut dirental, kemudian ternyata digadaikan kepada orang lain, sehingga korban ataupun pemiliknya merasa dirugikan,” jelas Kasat Reskrim Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah.

Baca Lainnya

Adapun identitas tersangka yakni HD (44), laki-laki warga Kampung Keranggan Atas, Kecamatan Mentok, Bangka Barat, dan MY (40), perempuan warga Kampung Teluk Rumbiah Laut, Kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok.

Sedangkan korban Ng Sak Kim (62) warga Kampung Tegal Rejo Kelurahan Sungai Baru Kecamatan Mentok. Kedua pelaku berhasil ditangkap pada hari Selasa 30 Juni 2020. HD ditangkap di Mentok, sedangkan MY diciduk di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Kasat Reskrim mengatakan, HD berperan sebagai orang yang merental mobil milik korban, kemudian mengantarkannya kepada Ilham untuk digadaikan. Sedangkan tersangka MY berperan menyuruh tersangka HD untuk merental mobil, kemudian mengantarkannya kepada Ilham agar digadaikan.

“Dimana mobil yang direntalkan kepada orang ternyata tidak kembali,” ungkap kasat seraya menambahkan bahwa uang hasil dari penggelapan dan gadai mobil tersebut digunakan para tersangka untuk membayar hutang.

Dari hasil penyelidikan, petugas mendapati barang bukti 1 (satu) unit mobil Toyota type New Avanza 1,3 G M, 1 (satu) lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), 1 (satu) lembar surat persyaratan dan ketentuan rental dari Trans Rent Car yang ditandatangain oleh HENDRI tanggal 24 Juni 2020.

Akibat perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Kepada tersangka berinisial HD, penyidik mengenakan sangkaan melanggar Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 372 KUHPidana.

Sedangkan kepada tersangka berinisial MY, dijerat dengan pidana Pasal 372 Jo Pasal 55 KUHPidana yang ancaman hukumannya empat tahun penjara. (wan/1)

Related posts