Lagi, 1 Mayat ABK Tugboat Ditemukan

No comment 770 views

EVAKUASI JASAD – Anggota Polair Basel dibantu nelayan berupaya mengevakuasi jasad Kaharuddin yang ditemukan mengapung di Sungai Tarum Kecil perairan Jeriji Kecamatan Toboali, Senin siang (13/11/2017). (foto: Dedi Irawan)

Membengkak di Ruangan Salon
Mayat Sebelumnya Diketahui Koki

TOBOALI – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian 5 ABK yang hilang pascatenggelamnya Tugboat (TB) Youngtat 9 di perairan Pulau Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (13/11/2017). Hasilnya, tim gabungan yang dipimpin Kapolres Bangka Selatan, AKBP Bambang K, berhasil menemukan satu (1) lagi mayat ABK TB Youngtat 9 dari dalam tugboat.
Dalam pencarian hari keempat ini, tim melibatkan Kasat Rolda Dit Pol Air Kep. Babel, Kasat Sabhara Polres Bangka Selatan, Danpos TNI AL Toboali, Satuan Pol Air, Tagana Bangka Selatan, BNPB Provinsi serta owner/pemilik TB Youngtat 9, Kris Butar Butar, dua orang penyelam asal Desa Kurau dan dua penyelam dari Spectrum, Batam, Provinsi Kepri sebagai personil tim penyelamat.
Kabag Ops Polres Bangka Selatan, Kompol Erlicshon mengungkapkan dari hasil SAR hari ke-4 kemarin, tepatnya sekitar pukul 10.35 Wib tim selam melakukan penyelemanan sedalam 50 meter ke dasar laut, dan mendapati satu jenazah yang sudah mengambang di dalam ruangan salon/santai.
“Dikarenakan mayat sudah membengkak besar, maka tim selam kesulitan mengeluarkan mayat. Akhirnya tim selam kembali ke darat guna mengambil ancang-ancang kembali,” ungkapnya.
Kemudian, pada pukul 12.26 Wib, empat orang tim selam yang tergabung dalam Tim SAR kembali melakukan penyelaman dan berusaha membawa korban tenggelam yang ditemukan. Hingga akhirnya dengan kesulitan besar, tim selam berhasil membawa 1 jenazah ke permukaan yang kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan.
“Sekira pukul 13.10 Wib kegiatan SAR evakuasi korban kapal tenggelam tugboat TB. YOUNG TAG 9 dihentikan dikarenakan stok tabung oksigen penyelam habis. Selain itu penyelam mengalami pusing kepala akibat bau yang menyengat dari korban jenazah. Sekaligus karena ombak/arus air yang kencang sehingga penyelam mengalami pusing dan mual mual, dan akhirnya Tim SAR menghentikan pencarian untuk sementara waktu,” papar Erlichson.
Dia mengatakan, Tim SAR selama 4 hari semenjak kejadian kapal tenggelam pada Jum’at tanggal 10 November 2017 hingga kemarin Senin 13 November 2017,baru berhasil menemukan 2 jenazah. Pada Minggu tanggal 12 November 2016 Tim SAR berhasil menemukan satu jenazah yang diperkirakan adalah koki, dan satu jenazah lagi kemarin pagi.
“Satu jenazah yang ditemukan hari ini (kemarin-red) belum teridentifikasi dikarenakan korban berada di dalam ruangan salon/santai di dalam bangkai kapal Tb. YOUNG TAG 9,” jelasnya.
Kabag Ops menambahkan, dari hasil informasi tim selam, posisi bangkai kapal untuk sementara dalam keadaan berdiri, dengan belakang kapal merangsak ke bagian dasar laut dan kepala kapal di bagian atas. Sementara bagian ruang-ruangan kapal, pintunya masih tertutup rapat. Dengan begitu, hingga sekarang tim selam kesulitan melakukan evakuasi korban jiwa di dalam ruangan, ditambah lagi dikarenkan faktor ke dalaman laut dan cuaca.
Terpisah, Komandan Pos (Danpos) TNI AL Sadai, Serma Firdaus seizin Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Babel, Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto menyebutkan Tim SAR dalam pencarian kemarin dibantu oleh KRI Pulau Rusa-726.
“Hari keempat pencarian korban oleh tim gabungan pada hari ini, diikuti oleh unsur KRI Pulau Rusa-726 dari Koarmabar yang sedang berpatroli di perairan Bangka Belitung. KRI ikut bergabung bersama unsur lainnya di perairan Pongok Kabupaten Bangka Selatan,” terang Firdaus.
Menurutnya, sehari sebelumnya Tim SAR gabungan telah mengevakuasi satu orang dari 6 ABK yang telah diidentifikasi di RSUD Toboali, bernama Septiawan Agus Dwi Setianto, dengan jabatan juru masak.
“Dihari keempat ini Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi satu lagi jenazah ABK dari dalam kapal. Cuaca pada hari ini kurang bersahabat, arus di lokasi evakuasi sangat kencang. Tim penyelam telah melaksanakan dua kali penyelaman di kedalaman 54 meter, sehingga membuat penyelam belum sanggup untuk turun kembali,” terangnya.
Ia menambahkan, jenazah ABK yang ditemukan kemarin langsung dibawa ke RSUD Toboali guna diidentifikasi setelah diangkut menggunakan Patkamla Pulau Bakau menuju Posko SAR Pelabuhan PPI Sadai.

*Jasad Nelayan Mengapung
Setelah hilang sejak Sabtu sore (11/11), Kaharudin (41) nelayan yang tenggelam saat hendak mencari ikan akhirnya ditemukan di Sungai Tarum Kecil, Desa Jeriji Kecamatan Toboali tidak jauh dari perahu miliknya.
Kaharudin, asal Desa Tukak Kecamatan Tukak Sadai Bangka Selatan ini ditemukan dalam keadaan tewas mengapung menggunakan celana pendek warna hitam tanpa memakai baju Senin (13/11/2017), sekitar pukul 13.00 Wib.
Korban ditemukan oleh keponakanya sendiri, Oki (27) saat sedang melakukan pencarian korban bersama warga nelayan Tukak dan dibantu Polair Basel. Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, akhirnya jasad korban dibawa pihak keluarga.
“Alhamdullilah akhirnya ketemu juga paman. Yang pertama menemukan saya dengan abang saya sendiri. Ditemukanya tidak jauh dari tempat dimana beliau terakhir hilang. Beliau saat melaut pergi sendirian maka dari itu saat jatuh tidak ada yang menolongnya,” ujar Oki .
Dijelaskan Oki, kejadian hilangnya pamannya pada Sabtu sore itu sekitar pukul 15.45 pergi kelaut untuk mencari ikan. Biasanya korban pulang kerumah pada pagi harinya sekitar pukul 9 pagi namun karna sampai pukul 11 siang, korban tidak juga pulang membuat pihak keluarga risau langsung melakukan pencarian korban pada Minggu (12/11/2017) siang.
“Keluarga kami mulai curiga dan lakukan pencarian, lalu kami menemukan motor lautnya dengan keadaan mesin hidup dan sudah tidak ada lagi dan kami pastikan paman kami jatuh sekitar lepas Magrib. Dan hingga pagi tadi terus dilakukan pencarian dibantu masyarakat nelayan Tukak turun ke laut sebanyak 17 perahu dan dibantu 1 speed dari Polairud Basel, lalu ditemukan siang hari,” kata Oki.
Kades Tukak Samsudin menambahkan warganya dinyatakan hilang setelah perahu fiber ditemukan pada Minggu (12/11) oleh masyarakat nelayan Tukak saat melakukan pencarian. “Sudah ditemukan siang tadi, tidak jauh dari lokasi perahu, tempat pertama kali ditemukan kapalnya. Saat ini, mayat korban sudah dibawa menepi ke pesisir pantai, dan selanjutkan akan dibawa pulang ke rumahnya. Korban ini sehari – harinya nelayan jaring, punya anak satu perempuan. Almarhum pergi dari Tuka ke arah Sungai Tarum kecil,” ungkap Samsudin.
Terpisah Kapolres Basel AKBP bambang Kusnariato melalui Kabag Ops Kompol Erlichson menyebutkan nelayan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban nelayan yang di indikasikan jatuh ke laut wilayah perairan Kepoh Desa Kepoh Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan
“Korban ditemukan oleh warga Tukakbersama Sat. Polair, Basarnas serta para nelayan setempat. Kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit RSUD Toboali guna dilakukan otopsi oleh unit identifikasi Polres Basel,” kata Kabag Ops.

*Laka Laut
Terpisah, akibat cuaca ekstrim yang terjadi di perairan laut Bangka saat ini membuat 4 orang nelayan Belinyu mengalami laka laut saat melaut di perairan laut Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Minggu (12/11) sekitar pukul 04.30 WIB.
Dalam kejadian tersebut, 3 orang nelayan atas nama Toha, Rizal dan Joni dikabarkan selamat. Sementara itu, untuk Bagas belum juga ditemukan dan terus dilakukan pencarian.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan saat dikonfirmasi Minggu (12/11) membenarkan kejadian itu.
Dikatakan dia, korban yang belum ditemukan ini awalnya pergi melaut bersama tiga orang rekan lainnya yakni Toha, Rizal dan Joni diperairan laut penyusuk menggunakan kapal muatan 3-4 GT.
“Saat mereka disana, tadi terjadi badai dan menghempaskan perahu mereka” kata ridwan.
Atas kejadian tersebut, 3 orang nelayan berhasil selamat dari maut sementara 1 orang nelayan setempat belum ditemukan hingga saat ini.
“Upaya pencarian terus dilakukan bersama tim gabungan melibatkan Lanal Babel, HNSI, Polair, Basarnas dibantu nelayan setempat” ujarnya.
Melalui upaya pencarian ini, Ridwan berharap nelayan atas nama Bagas tersebut cepat ditemukan dengan kondisi selamat. (raw/snt/6)

No Response

Leave a reply "Lagi, 1 Mayat ABK Tugboat Ditemukan"