Kursi Wabup Babar, Hanura Siap 3 Nama

  • Whatsapp
Ketua DPC Hanura Bangka Barat Arief Ferdiansyah didampingi Sekretaris Al Mahdi dan dua orang pengurus partai saat jumpa pers di Roemah Keboen Mentok, Minggu (17/2/2019) malam. Hanura siapkan tiga nama untuk calon Wakil Bupati Bangka Barat. (Foto: Hendra Irawan)

Siap Berkomunikasi dengan PAN dan PDIP

MENTOK – Setelah wafatnya Bupati Bangka Barat, Parhan Ali dan didaulatnya Wakil Bupati Markus menduduki kursi bupati melalui sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Bangka Barat pekan lalu, membuat sejumlah partai politik mulai bereaksi. Kursi kosong wakil bupati yang ditinggalkan Markus meski belum dilantik menjadi bupati, sudah menjadi incaran partai.
Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkeinginan menduduki kursi itu, kini giliran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bangka Barat yang telah menyiapkan tiga nama untuk diajukan mengisi kursi wakil bupati. Tiga nama tersebut telah dibahas dalam internal partai.
Hal ini diungkapkan Ketua DPC Partai Hanura Bangka Barat Arief Ferdiansyah saat menggelar jumpa pers di Roemah Keboen Mentok, Minggu (17/2/2019) malam. Dalam jumpa pers tersebut Arief didampingi Sekretaris DPC Al Mahdi dan dua orang pengurus partai, sayangnya belum mau menyebutkan nama-nama itu.
“Tiga nama tersebut merupakan kader Partai Hanura dan juga masuk dalam kepengurusan partai,” kata Arief.
Dalam kesempatan itu Al Mahdi menambahkan, pihaknya ingin proses pelantikan bupati pengganti dan pemilihan wakil bupati ini dapat segera terlaksana sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Kami ingin proses pelantikan wakil bupati sekarang menjadi bupati dapat segera terlaksana. Begitu juga dengan proses pemilihan wakil bupati baru nanti dapat terlaksana juga sesuai dengan mekanisme yang ada,” tegas Al Mahdi.
Mahdi mengungkapkan, saat ini pihaknya mulai membangun komunikasi dengan dua partai pengusung pasangan Parhan Ali-Markus dalam Pilkada Bangka Barat tempo hari, yakni PDIP dan PAN, selain Hanura.
Menurutnya ketiga partai pengusung ini mempunyai hak yang sama untuk mengajukan nama calon wakil bupati, meskipun nantinya hanya ada dua nama saja yang akan diajukan ke DPRD Bangka Barat untuk dipilih para anggota dewan.
“Untuk itu kami akan membangun komunikasi dengan PAN dan PDIP,” ujarnya.
Ditambahkan dia, kursi wakil bupati ini sangat penting untuk segera diisi demi kemajuan Bangka Barat. “Sangat elok kelihatannya jika bupati berdampingan dengan wakil bupati,” imbuh Mahdi.
Untuk mengingat kembali, dua orang putra terbaik Bangka Barat yakni Parhan Ali yang menjabat Bupati dan Hendra Kurniadi selaku Ketua DPRD-nya berpulang ke Rahmatullah di hari yang sama, Jumat (1/2/2019). Kedua pejabat penting Bangka Barat ini tutup usai hanya berjarak sekitar empat jam saja.
Bupati Parhan Ali menurut pihak keluarga menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 15.55 Wib di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Ir. Soekarno di Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka setelah mengidap sakit yang dideritanya selama ini.
Sedangkan Ketua DPRD Hendra Kurniadi wafat sekitar pukul 20.20 Wib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason di Kecamatan Mentok, Bangka Barat usai mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal saat mengendarai sepeda motor sepulang dari Sholat Mahgrib di Masjid Baitul Hikmah Mentok.
Parhan kelahiran Januari 1947 usai menang Pilkada Bangka Barat dilantik pada tahun 2016 bersama Markus dari Partai Hanura sebagai wakil bupati untuk periode 2016-2021. Sebelumnya pada periode 2005-2010, putra asli Mentok ini juga pernah menjabat bupati Bangka Barat selama lima tahun berpasangan dengan Ustadz Zuhri.
Sedangkan Hendra Kurniady wafat setelah bersama anaknya sempat menunaikan ibadah Sholat Magrib di Masjid Baitul Hikmah, Muntok. Usai sholat, keduanya yang berboncengan dengan sepeda motor ketika hendak pulang mengalami kecelakaan tunggal. Dikabarkan motor yang dikendarainya menabrak trotoar.
Jabatan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini telah diganti oleh rekannya Samsir yang sebelumnya menduduki Ketua Komisi III DPRD Bangka Barat dalam sidang paripurna Senin (11/2/2019) bersamaan dengan didaulatnya Wakil Bupati Markus menjadi Bupati Bangka Barat. (wan/1)

Related posts