Kursi “Panas” Cawabup Bateng

No comment 338 views

Oleh: Muhammad Tamimi
Wartawan Rakyat Pos

Muhammad Tamimi

Sosok siapa Calon Wakil Bupati Bangka Tengah mendampingi Bupati Ibnu Saleh yang dilantik 27 Juli 2017 tempo hari, hingga saat ini, masih menjadi trending topik publik. Meski pemilihan belum dilaksanakan, namun genderang siapa sosok tersebut membuat penasaran banyak pihak. Tidak hanya orang politik saja yang dibuat heboh, masyarakat saja ikut terpancing untuk membahas siapa sebenarnya sosok Cawabup itu.
Ibnu Saleh sendiri pun belum berani buka-bukaan siapa nama yang digadang-gadang untuk mendampingi dirinya nanti. Namun firasat penulis, Ibnu Saleh sebenarnya sudah mengantongi nama calon.

Lobi-lobi tingkat partai politik pun terus memanas khususnya bagi kader partai pengusung PERISAI bersama Erzaldi Rosman-Ibnu Saleh pada Pilkada Bupati Bateng 2016 lalu. Jika hanya mengandalkan suara dari partai pengusung, Ibnu Saleh hanya mengantongi 9 kursi yang terdiri dari Partai Gerindra 2 kursi, PPP 3 kursi, Nasdem 1 kursi, Hanura 1 kursi, Demokrat 1 kursi dan PKS 1 kursi. Suara Ibnu Saleh masih minoritas jika pada pemilihan suaranya nanti bulat.

Artinya, Ibnu Saleh harus mencari suara dukungan dari partai yang memiliki suara mayoritas yang “berkeliaran” sebanyak 16 kursi, seperti Partai Golkar 8 kursi, PDIP 5 kursi, PAN 3 kursi. Tidak ada cara lain selain melakukan lobi politik dengan partai diluar pengusung PERISAI untuk meloloskan Cawabup yang nantinya akan dipilih melalui DPRD.

Paling tidak, Ibnu Saleh harus mengantongi 15 suara supaya mencapai titik aman, sehingga masih kekurangan 6 kursi lagi. Jika seandainya Ibnu Saleh hanya memperoleh 13 suara atau plus satu, maka satu suara tersebut sangat rawan terjadi perubahan arus, karena penulis nilai itu merupakan suara emas. Jika 15 suara itu berhasil dikantongi Ibnu Saleh, Insya Allah aman dan nama yang dijagokan menjadi nominasi.

Tugas Ibnu Saleh saat ini, bagaimana menghimpun minimal 6 suara lagi dari 16 suara yang penulis menyebutnya masih berkeliaran tersebut. Menurut analisa penulis, ada kemungkinan loyalis paslon Perisai berada di Partai Golkar, karena sebelumnya Erzaldi Rosman pernah di bendera kuning.

Disinilah, lobi tingkat tinggi berperan. Ada kemungkinan tarik menarik suara dalam situasi tersebut tepatnya pada saat pemilihan ditingkat DPRD. Entah strategi apa yang nanti dipakai dalam memuluskan jalan jagoan, yang pasti lobi-lobi politik harus dilakukan demi menyukseskan kandidat yang diidolakan dalam pemilihan kelak.

Bahkan Erzaldi Rosman angkat bicara terkait Cawabup itu saat pelantikan Ibnu Saleh tanggal 27 Juli 2017 tempo hari. Menurutnya, calon itu berasal dari partai pengusung Perisai dan diirinya sangat terlibat didalam pencalonan tersebut karena yang digantikan adalah dirinya yang saat itu menjabat Bupati Bateng dan akhirnya berhenti karena terpilih sebagai Gubernur Babel.

Dalam moment itu pun Erzaldi Rosman sempat berujar bahwa masyarakat Bateng jangan pusing-pusing mikirin siapa sosok Cawabup Bateng. Bagi Erzaldi, perihal itu merupakan urusan dirinya dengan Pak Ibnu Saleh dengan partai pengusung Perisai. Setelah dilantik pun dalam waktu dua minggu harus mencari nama Cawabup.

Menindaklanjuti hal itu, Ibnu Saleh pun langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai pengusung yakni Gerindra, Nasdem, PPP, Demokrat, Hanura dan PKS pada Selasa (01/08) pekan kemarin untuk mengusulkan nama Cawabup yang jumlahnya diperkirakan lebih dari dua orang untuk dikerucutkan menjadi dua nama yang nanti disampaikan kepada DPRD Bateng untuk dipilih. Siapa pun sosok nama itu kata Ibnu tidak masalah, yang penting bisa bekerjasama dengan dirinya selaku pembantu bupati.

Sementara ini, nama Azwar Helmi dari PPP dan Ismiryadi dari Gerindra yang sering disebut-sebut publik sebagai sosok cawabup Bateng, apakah prediksi nama itu masuk nominasi, biarkan waktu yang menjawabnya. Tugas masyarakat selaku “penonton” cukup mengamini saja apa yang nantinya diputuskan oleh 25 wakil rakyat yang terhormat di DPRD Bangka Tengah. Suara rakyat cukup kita percayakan kepada mereka di gedung rakyat itu. Tidak perlu ribut apalagi berdebat yang melampaui batas akal sehat. Sekali lagi, kita percayakan kepada wakil rakyat kita untuk menentukan siapa sosok yang tepat pemimpin Bangka Tengah sisa periode 2016-2021 kelak. Salam Demokrasi. (****).

 

No Response

Leave a reply "Kursi “Panas” Cawabup Bateng"