Moment

Kunjungi SMK 1 Air Gegas, Gubernur: Lulusan SMK Harus Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Gubernur Babel saat menyapa Siswa SMKN 1Air Gegas.(foto: saktio).

RAKYATPOS.COM, AIR GEGAS – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengharapkan lulusan SMK bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal itu ditegaskannya saat meninjau SMK 1 Air Gegas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (17/10/2020).

Gubernur Erzaldi mengatakan, tujuan SMK agar dapat menciptakan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya maupun orang lain, sehingga dapat mandiri.

Untuk itu, kepada guru pembimbing di bidang kejuruan agar betul-betul fokus serta memberikan dan melaksanakan pelajaran dengan sistem 50 persen teori dan 50 persen praktik.

“Lulusan SMK ini, para siswa harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk itu, para guru agar dapat membimbing mereka ke arah itu,” tegasnya.

SMK 1 Air Gegas dengan jurusan bidang multimedia, teknisi sepeda motor bodi otomotif, dan elektronik industry, ditambahkannya, dapat menjadi modal bagi para murid apabila terjun di tengah masyarakat.

Di kesempatan sama, orang nomor satu di Babel itu, juga memberikan arahan kepada kepala sekolah untuk pembangunan tambahan ruang kelas, perpustakaan, dan ruang pertemuan guru.

Selain itu, Gubernur juga meninjau pembangunan gedung tempat praktik siswa dengan maksud tempat tersebut harus sesuai dengan aturan.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman juga mengevaluasi kegiatan belajar-mengajar di era Covid-19 serta, melihat bantuan pemprov dan pusat untuk mengatasi kekurangan yang ada di sekolah tersebut.

Terkait dengan Covid, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, M. Soleh mengatakan, sistem pembelajaran era Covid di tingkat SMA, SMK mengacu pada SK 4 Menteri, yaitu melaksanakan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning. Selain zona tersebut, melaksanakan sistem belajar daring.

Kepala Sekolah SMK 1 Air Gegas, Muhtar Apriadi menjelaskan, kesulitan pembelajaran daring oleh guru dan siswa adalah masalah sinyal internet kurang bagus.

“Masalah kami menerapkan pembelajaran daring di era Covid-19 adalah sinyal kurang bagus. Padahal, kami telah memfasilitasi jalurnya tapi, masih kurang memuaskan,” ungkapnya.  (Hasan/Adv).

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top