Kunjungi KEK Tanjung Gunung, Dubes untuk Senegal: Babel Bisa jadi Bali Kedua

  • Whatsapp
Dubes RI untuk Senegal foto bersama Wagub Babel Abdul Fatah, saat berkunjung ke KEK Pariwisata Tanjung Gunung.(foto: istimewa).

Tinggal Benahi Infrastktur di dalamnya

PANGKALANBARU – Duta Besar (Dubes) dan Wakil Dubes RI untuk Senegal Afrika bersama rombongan, di hari kedua kunjunganya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah.

Read More

Kunker Dubes, Wakil Dubes RI untuk Senegal bersama Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah, pada Jumat (3/1/2019) itu, turut didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Babel, Darlan, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Toni Batu Bara, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Babel, H.K.A Cholil, serta instasi terkait lainnya, bertujuan untuk melihat kawasan KEK dan potensi wisatanya.

Usai mendengarkan paparan Eddy Direktur Pan Sumujur tentang KEK di daerah Tanjung Gunung, Dubes RI Mansyur Pangeran merasa kagum dengan apa yang dipaparkan oleh Direktur Pan Sumujur, tentang potensi-potensi yang akan dikembangkan di kawasan KEK Tanjung Gunung, salah satunya potesi pariwisata Pulau Panjang di KEK ini.

“Saya juga melihat bidang pariwisata, saya kagum sekali ternyata memang sudah bentukan Tuhan, sehingga jajaran pulaunya luar biasa. Saya takjub sekali, dimana ada Pulau Panjang, laut sebelah kiri dan kanan berbeda, yang satu suhunya panas dan yang satu lagi dingin,” katanya.

Oleh sebab itu, lajut Mansyur Pangeran, Potensi Kawasan Ekonomi Khusus yang akan dikembangkan di daerah Tanjung Gunung menjadi modal besar untuk menarik para wisatawan lokal maupun manca negara.

“Ini satu modal Babel yang sangat besar untuk di jual sebagai daya tarik wisawana dunia. Contoh di negara luar ada laut terpisah, antara laut sebelah kiri dan kanan dengan warna yang berbeda. Di Babel sendiri ini, ada 1,6 kilo di Pulau Panjang yang berbeda lautnya. Hal itulah yang di cari para wisatawan asing, atau wisatawan petualangan,” tuturnya.

Dijelaskanya lebih lanjut, untuk sekrang banyak wisatawan manca negara yang suka berwisata petualang, mengunjungi obyek wisata yang berpetualang, misalnya saja ke gunung atau laut.

“Bukan melihat batu saja, melainkan bisa berkunjung ke hutan-hutan, itu ada paket – paket wisata petualangan, dan sekarang ini sudah ada paket tersebut di daerah Bali. Ini pangsa pasar yang perlu kita garap, mereka akan datang,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap, dengan adanya potensi wisata yang sangat menarik di KEK ini, Babel bisa menjadi Bali Kedua di Indonesia. Tentunya dengan memperbaiki infrastuktur yang ada.

“Harapan saya Babel menjadi Bali kedua. Tinggal membenahi infrastktur di dalamnya. Saya yakin Wagub, dan Gubernur akan membenahi di dalamnya, membuat wilayah ini sebaik-baiknya, sehingga dari sisi ekonominya meningkat, dan sisi turisnya meningkat baik dari lokal maupun dunia. Nanti akan multi efek,” pungkasnya.

Sementara itu, Wagub Babel Abdul Fatah menegaskan, pengembangan KEK Tanjung Gunung syarat-syaratnya sudah final. “KEK ini persyaratan-persyaratanya sudah final, dan pada mulanya habatan itu adalah tumpang tindihnya lahan KEK Tanjung Gunung dengan Pihak PT. Timah, karena memiliki izin IUP,” sebut Wagub.

Adapun permasalahan seputar KEK Tanjung Gunung dengan PT. Timah, ditegaskan Wagub, sudah selesai dilakukan, karena sesuai arahan Menteri Perekomian dan Kemaritiman harus di buat hubungan kerja sama yang baik antara PT.Timah dengan Pengelola KEK.

“Sesuai arahan Kemeterian Perekonomian dan Maritim untuk dijalin hubungan kerja sama yang baik, kemudian itu sudah terselesaikan dan tidak ada masalah lagi, sehingga setelah selesai, maka ini menjadi wilayah yang menarik,” imbuhnya. (milam/3).

Related posts