Kunci Untuk Menjemput Rezeki

  • Whatsapp
Penulis: Syahriawan
Guru PAI BP SMPN 1 Belinyu Bangka, Babel

Permasalahan baru sebagai bagian dari pesebaran virus yang mendunia kini dialami oleh sebagian besar masyarakat dunia, yaitu anjloknya atau terjadinya penurunan kontribusi bidang ekonomi yang dikenal dengan istilah resesi ekonomi. Penurunan geliat ekonomi di masyarakat khususnya dalam keluarga tentunya memberikan dampak terhadap sikap hidup, sikap sosial bahkan cara pikir seseorang, yang tadinya positif bergerak ke arah negatif, stres, bunuh diri atau malah memanfaatkan suasana dengan menghalalkan segala cara untuk mendapat apa yang diinginkan demi kebutuhan hidup.

Namun sejatinya, resesi bukan berarti hancurnya sebuah kehidupan atau kiamat bagi manusia, khususnya selaku muslim yang beriman tentunya banyak cara untuk menyikapi sebuah permasalah hidup dan cara yang terbaik tentunya dengan lebih banyak lagi mengingat Allah SWT. Allah SWT sebenarnya telah mengajarkan kepada umatnya banyak cara mendapatkan rezeki, namun manusia kadangkala terlena dengan kemegahan yang dimilikinya, sehingga berprinsip bahwa yang mereka miliki adalah karena usaha mereka sendiri, sehingga melupakan Sang pemilik rezeki.

Read More

Banyak jalan menuju Roma, tapi tentunya lebih banyak lagi jalan menuju rezeki Allah SWT diantaranya: Pertama, dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya (Alquran surat Huud ayat 6 ). Manusia adalah satu di antara makhluk Allah yang tentunya juga sudah disediakan dan dijamin Allah rezekinya. Hanya mau tidak manusia menelusuri keberadaan rezeki tersebut, dan juga bagaimana menyikapinya, ukuran besar atau kecil yang diterima itu kembali ke pribadi manusianya, tapi yang pasti semua telah Allah siapkan untuk para hambanya.

Kedua, mensyukuri nikmat yang ada. Kenikmatan, rezeki yang diraih saat ini bukan semata karena kekuatan otak maupun otot kita, namun didalamnya ada peran Allah sebagai sang pemberi rezeki. Keterlenaan pola pikir kadangkala membuat manusia meyakini kekuatan tubuhnya, sehingga berpikir bahwa apa yang diperoleh adalah karena usahanya sendiri, akhirnya melupakan Arrazaq (sang pemberi rizki), lupa bersyukur atas apa yang telah diperoleh, padahal Allah sudah menjanjikan barang siapa bersyukur atas nikmat yang diberikan, maka Allah akan menambah nikmat itu menjadi lebih banyak lagi.

Related posts