Kualitas Tes CPNS Tahun Ini

  • Whatsapp

Oleh: Agustian Deny Ardiansyah, Gr., SP.d
Guru SMPN 2 Leparpongok, Bangka Selatan

Dingin menyergap, malam ini hujan lebat tak seperti biasanya, petir menyambar-nyambar, angin kencang, ditambah hilangnya sinyal di gawai kami. Malam itu kami bercerita tentang Tes CPNS yang mulai ramai di telinga. Semakin hujan semakin seru, kami memanaskan suasana dengan berbagai opini terkait seputaran tes CPNS. Mulai dari tanggal cantik ketika BKN membuka portal SSCN.go.id pada tanggal 11 pukul 11 (23.00 WIB), hingga peluang formasi sesuai jurusan di tanah pengabdian.

Tahun ini, memang agak sepi, tidak seperti tahun kemarin, setelah vakum lima tahun tanpa penerimaan tes CPNS, begitu banyak formasi di buka, pendidikan, kesehatan dan teknis. Utamanya pendidikan, hampir disetiap sekolah membuka formasi, tahun ini tidak. Lesu, sedikit formasi yang dibuka di tanah pengabdian, kecuali formasi guru Sekolah Dasar (SD) lumayan agak banyak.

Menarik, apakah tahun ini akan sama seperti tahun lalu, ribet, mulai dari mendaftar hingga finish selalu ribet dan jlimet. Daring yang loadingnya luar biasa lama, skor terlalu tinggi hingga tak banyak yang mencapai kualifikasi, sehingga harus diterbitkan aturan ulang dan penambahan skor bagi putra/putri kecamatan daerah terpencil.

Tahun ini, mungkin tidak, semua sudah diantisipasi dari penyelenggara, dimulai dari skor, skor tak setinggi tahun lalu, hanya perlu memenuhi ambang batas TWK: 65, TIU: 80 dan TKP: 126. Lebih menariknya tahun ini beberapa aturan dihapuskan, seperti penambahan skore bagi putra/putri kecamatan daerah terpencil dan hilangnya formasi honorer yang mungkin dialihkan ke P3K.

Penambahan skore sangat bermanfaat bagi putra/putri kecamatan daerah terpencil karena sangat berkesempatan mengabdikan diri di tanah kelahiran yang bagaimanapun pasti bisa fokus dan tidak pindah-pindah, walau peraturan tersebut tahun lalu menjadi bumeran bagi peserta lain se-Kabupaten. Susah payah selalu teratas dalam SKD-SKB, namun karena “penambahan” kesempatan tinggal kesempatan. Peraturan ya peraturan begitulah peraturan, semakin trasparan semakin kompetitif.

Kompetisi yang sangat menentukan, bukan jimat, bukan penambahan, kecuali yang memang telah memiliki sertifikat kompetensi. Guru umpama, yang telah memiliki sertifikat pendidik dijamin nilai sempurna di tes SKB asal lulus SKD dan masuk tiga besar. Rasanya tidak layak, namun itulah peraturan, harus berkompetisi dan memiliki kompetensi.

Terlebih sistem tes yang serba komputerisasi, sangat ketat, tak berperasaan, salah sedikit bisa tamat, peluang yang harusnya didapat tinggal peluang. Tahun lalu banyak yang merasakan, belum juga tes sudah dinyatakan gugur di administrasi, dimulai dari ijazah yang tidak sesuai dengan formasi, lupa membubhkan tandatangan di surat pernyataan, salah menulis 5 jadi 10 th, hingga lupa menempel materai.

Harus gugur dan kembali mendaftar di tahun ini, bila masih ada semangat dan formasi. Pastinya akan mendaftar kembali, utamanya bagi peserta yang tahun lalu berstatus P1/TL dan ada formasi tahun ini. Tahun ini aturan membolehkan peserta P1/TL menggunkan nilai tahun lalu pada tahap SKD dengan catatan nilai itu dibawa sampai tahap akhir integrasi SKD-SKB dan tetap ”tidak lulus” pada tahun lalu.

Sekali lagi itulah aturan, kita tidak bisa mendebat, sudah ditetapkan oleh pembuat aturan dan disahkan. Hujan sudah mereda, namun dingin tidak ikut hilang. Tambah dingin tambah panas, namun sudah hampir klimaks, sudah hampir di penghujung pembahasan.

Semoga segala lingkangpukang aturan tidak mengurangi kualitas tes CPNS tahun ini, sehingga mampu menghasilkan abdi negara yang benar-benar mengabdi. Selamat berkompetisi dan berkompetensi. (***)

Related posts