Kualitas Air Baku Babel Rendah

  • Whatsapp
TANAM POHON – Asisten II Setda Pemprov Babel, Budiman Ginting menanam pohon pada peringatan Hari Air Dunia di Kolong Retensi Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Rabu kemarin. Dari peringatan inilah terungkap air baku di Provinsi Babel tak layak dikonsumsi karena berkualitas rendah. Kandungan logam yang banyak dalam air, juga menjadi penyebabnya. (Foto: Nurul Kurniasih)

Peringati Hari Air Dunia
Tinggi Kandungan Logam Timah
Air Isi Ulang, Higienitasnya Diragukan

Pangkalpinang – Kepala Satuan Kerja SNVT PJSA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung (Babel), Abdulroni menegaskan, kualitas air baku yang ada di Provinsi Babel bisa dikatakan belum layak konsumsi. Sebab semua air baku masih mengandalkan sungai atau kolong bekas galian atau penambangan pasir timah.
“Kualitas air baku, kalau terkait kualitas air PDAM yang dikonsumsi belum sangat layak memenuhi standar kebutuhan air bersih, tapi itulah adanya. Kita koordinasi dengan PDAM menyangkut kualitas air ini, karena air yang didistribusikan mestinya air bersih yang memenuhi standar, tetapi disini agak kurang standar, mutu belum maksimal. Kita minta ke PDAM juga agak sulit, karena kandungan kadar logam tinggi,” katanya, usai peringatan Hari Air Dunia tingkat Provinsi Babel di Kolong Retensi Kacang Pedang, Rabu (22/3/2017).
Ia menyebutkan, hampir rata-rata sumber air baku di Babel bersumber dari air kolong bekas galian timah, sehingga kadar kandungan timah juga masih ikut dalam air.
“Kedepan kita upayakan bukan kolong, di Belitung sudah bangun sumber air baku, di Pangkalpinang juga sudah ada wacana, tetapi belum terealisasi,” tandasnya.
Sementara untuk sumber air baku yang ada, Roni mengaku kolong retensi direncanakan ada normalisasi sungai mengingat sedimentasinya yang tinggi.
Selain air baku yang dikelola PDAM, untuk air yang dikonsumsi oleh masyarakat saat ini dikatakannya masih banyak mengandalkan sumur bor atau sumur sendiri.
“Selain mengandalkan sumur, masyarakat juga kerap menggunakan air isi ulang, padahal itu juga kehigienisan masih dipertanyakan,” tukasnya.
Roni berharap, bersama sinergi antara pusat dan daerah, pemenuhan akan air bersih di Provinsi Babel dapat terwujud.
Sementara itu, Asisten II Setda Pemprov Babel, Budiman Ginting mengatakan, peringatan Hari Air Dunia ini ditujukan untuk meningkatkan perhatian akan pentingnya air bersih, dan mengelola sumber air yang berkelanjutan.
“Mengajak memperhatikan seksama pemenuhan kebutuhan air dan manajemen air limbah. Apabila dari semua unsur sadar pengaturan limbah, ini investasi bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan,” tukasnya.
Budiman menyebutkan, untuk di Provinsi Babel terdapat 135 sungai besar yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku, baik di Pulau Bangka maupun di Belitung. Ia berharap, pemerintah daerah membuatkan aturan untuk pengawasan dan pemeliharaan sungai sebagai sumber air baku, agar tetap terjaga.
“Kualitas air tentunya diolah, PDAM harus dilengkapi sarana pengolahan, karena air seperti ini gak mungkin langsung diminum. Kalau perusahaan hotel itu masih gunakan sumur bor, tapi kalau air kita cukup nanti dikurangi. Kemampuan daya dukung sumur bor juga terbatas, bayangkan 10-15 tahun ke depan kalau banyak yang menggunakan sumur bor,” bebernya.
Sedangkan untuk limbah, nantinya diharapkan Budiman pengelolaannya harus komprehensif. Misalnya dari limbah rumah tangga dibangun saluran tersendiri dan sesuai dengan standar.
Terpantau Rakyat Pos, dalam puncak peringatan Hari Air Dunia ini, ditanami ratusan pohon di sekitar Kolong Retensi Kacang Pedang, yang dihadiri berbagai instansi terkait. (nov/1)

Related posts