by

Kronologi Penangkapan Sabu 6 Kilogram, Tersangka 3 Kali Selundupkan Narkoba ke Babel

-NEWS-204 views
PENYELUNDUPAN NARKOBA – Tas berisi 6 kilogram sabu, 4.787 butir ekstasi hendak diselundupkan para tersangka ke Babel melalui Pelabuhan Muntok yang berhasil digagalkan BNNP Bangka Belitung, baru-bari ini. (foto: Istimewa)

Senilai 3,2 Miliar Aset Emon Disita BNN

PANGKALPINANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung (BNNP Babel) berhasil menggagalkan peredaran gelap sabu yang masuk ke wilayahnya.
Alhasil, sebanyak 6 kg sabu, 4.787 butir ekstasi dan 31 butir happy five berhasil diamankan.
Dari pengungkapan kasus tersebut, tim BNNP Bangka Belitung mengamankan tiga orang pria berinisial HK (36), AV (23) dan AD (20).
Kepala BNN, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko SH melalui Karo Humas, Sulistyo Pudjo dalam siaran persnya menuturkan bahwa Tim BNNP Bangka Belitung berhasil mengidentifikasi empat orang kurir yang menggunakan dua mobil dari arah Tembilahan menuju kota Palembang. Bersama Polda Bangka Belitung, Bea Cukai Pangkalpinang, dan KSOP Muntok, tim gabungan kemudian melakukan pergerakan. Pengejaran pun dilakukan.
“Terungkapnya kasus ini, berawal dari adanya informasi penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Selat Panjang, Tembilahan, Jambi, Palembang kemudian menuju Bangka Belitung. Dari hasil penyelidikan, diketahui hanya ada satu mobil yang akan menyebrang ke wilayah Bangka Belitung,” tutur Sulistyo Pudjo saat menghubungi Rakyat Pos, Rabu (15/5/2019).
Ia mengungkapkan, tim gabungan mengamankan tiga orang tersangka diatas sebuah kapal saat hendak bersandar di Pelabuhan Muntok Bangka Barat pada Senin (13/5/2019) pukul 00.30 WIB.
Penggeledahan dilakukan hingga akhirnya petugas menemukan satu tas besar di dalam sebuah mobil yang dikendarai ketiga tersangka.
“Didalamnya berisi 6 kg sabu, 1.758 butir tablet ekstasi biru, 3029 butir tablet ekstasi hijau dan 31 butir happy five,” urainya.
Dari hasil pemeriksaan, dia menambahkan, para tersangka mengaku telah tiga kali menyelundupkan sabu ke Bangka Belitung.
“Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor BNNP Bangka Belitung guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Sulistyo Pudjo.

Sita Aset

Terpisah, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan penyitaan aset berupa rumah, kendaraan, tanah hingga emas mencapai Rp 3,21 miliar milik Muhammad Amin Nurrohman alias Emon, narapidana (napi) yang terjerat dalam peredaran dan transaksi kejahatan narkoba dikendalikan dari balik tembok penjara.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono dalam siaran persnya kepada Rakyat Pos, Rabu (15/5/2019).
Dikatakannya, tersangka Emon telah menjalani hukuman penjara sejak tahun 2016 karena kasus sabu seberat 0,185 gram.
“Ia ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Jateng, dan selanjutnya di pengadilan mendapatkan vonis penjara empat tahun. Masa hukuman penjara ia jalani di Lapas Kedung Pane Semarang dan kemudian dipindahkan ke Lapas Jepara,” beber Sulistyo.
Secara lebih mendetil, inilah aset yang disita dari tersangka Emon :
1. Sebidang tanah dan bangunan, Luas ± 87 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 100. 000. 000,-(seratus juta rupiah).
2. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 129 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 300. 000. 000,-(tiga ratu juta rupiah).
3. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 192 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 350. 000. 000,-(tiga ratus lima puluh juta rupiah).
4. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 180 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 150. 000. 000,-(seratus lima puluh juta rupiah).
5. Sebidang tanah dan bangunan KONTRAKAN / KOST-AN sebanyak 8 PINTU, luas ± 282 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 1. 500. 000. 000,-(satu milyar lima ratus juta rupiah).
6. Sebidang tanah kosong, luas + 172 M2, di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 60. 000. 000,-(enam puluh juta rupiah).
7. Sebidang tanah kosong, luas + 1, 116 M2, di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 50. 000. 000,-(lima puluh juta rupiah).
8. 1 (satu) unit Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.4L Dakar-H, tahun 2018, seharga Rp. 450. 000. 000,-(empat ratus lima puluh juta rupiah).
9. 1 (satu) unit Mobil Suzuki Katana tahun 1995, seharga Rp. 60. 000. 000,-(enam puluh juta rupiah).
10. 1 (satu) Motor Kawasaki tahun 2018, seharga Rp. 30. 000. 000,-(tiga puluh juta rupiah).
11. 1 (satu) Motor Honda Vario tahun 2017, seharga Rp. 15. 000. 000,-(lima belas juta rupiah).
12. 1 (satu) motor Honda Vario), seharga Rp. 15. 000. 000,- (lima belas juta rupiah).
13. 1 (satu) motor Honda Vario, seharga Rp. 13. 000. 000,-(tiga belas juta rupiah).
14. 1 (satu) motor Honda Vario, seharga Rp. 13. 000. 000,-(tiga belas juta rupiah).
15. Perhiasan emas, total seharga Rp. 20. 000. 000,-(dua puluh juta rupiah).
16. Kayu jati balik dan gelondongan sebanyak 440 Batang, seharga Rp. 90. 000. 000,-(Sembilan puluh juta rupiah).
“Atas perbuatannya, Emon dikenakan Pasal 3,4,5 ayat (1) UU RI No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 137 huruf a,b UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegasnya.
Sekedar diketahui, Emon sebelumnya telah ditangkap pada 22 Februari 2019 silam. Emon adalah seorang napi yang terlibat dalam peredaran dan transaksi kejahatan narkoba dari balik tembok penjara dalam periode tahun 2016 hingga Februari 2019.
Dari hasil bisnisnya tersebut, Emon membeli aset berupa rumah, kendaraan, tanah hingga emas senilai ±Rp 3,21 Miliar. Kini aset yang ia miliki tersebut sudah disita petugas BNN. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU