Kriteria Pemimpin Harapan Rakyat

  • Whatsapp

Oleh: Delia Velanti
Mahasiswi Universitas Bangka Belitung

Perbincangan kepemimpinan tidak pernah putus-putusnya dilakukan dalam sebuah forum organisasi maupun khalayak umum. Menurut George R. Terry, kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Suatu bangsa akan berhasil atau bahkan gagal, sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan yang ada. Pemimpin bangsa yang diharapkan rakyat adalah pemimpin yang jujur, berwibawa, adil, mengayomi, dan memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

Indonesia adalah negara demokrasi, terjadi pergantian pemimpin dalam setiap eranya. Pada 17 April 2019 Pesta Demokrasi besar-besaran terulang kembali, dimana rakyat memilih siapa yang menurut mereka pantas menjadi pemimpin negara saat ini. Masyarakat berharap pemimpin yang mereka pilih setiap eranya dapat membawa bangsa ke arah perubahan yang lebih baik. Namun, dibalik harapan itu terdapat persoalan-persoalan yang belum terselesaikan oleh pemimpin setiap eranya.

Dalam suatu negara, keberadaan suatu pemimpin pastinya sangat penting. Pemimpin sebagai panutan sekaligus arahan bagi rakyat agar terciptanya satu pemikiran selaras, yang menciptakan hubungan harmonis. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, tantangan-tantangan yang mungkin saja terjadi kedepannya perlu di antisipasi. Pemimpin negara dikatakan berhasil jika kepemimpinannya dapat mencapai tujuan yang ada, bukan kepentingan individu atau golongan tertentu, melainkan kepentingan bangsa.

Ketika rakyat memilih, kriteria untuk menjadi pemimpin dipertanyakan, pro dan kontra soal pemimpinpun terjadi. Kriteria yang menjadi tolak ukur sebagian rakyat dalam memilih hanya memperhatikan perspektif dari satu aspek saja. Padahal, dalam memilih pemimpin perlu mendalami calon pemimpin tersebut dari beragam aspek, baik itu sisi kelebihan maupun sisi kelebihan dari calon pemimpin.

Berkenaan dengan hal di atas, ada beberapa kriteria seorang pemimpin yang seharusnya diketahui oleh khalayak umum, terutama khalayak yang awam pengetahuannya tentang kepemimpinan. Sebab, hubungan antara pemimpin dan rakyatnya harus terjalin dengan baik, agar tercipta rasa aman dan damai dalam negara.

Berikut kriteria yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Pertama, Terjun Lapangan. Seorang pemimpin yang baik bukan hanya memerintah orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan, tetapi Ia harus bisa terjun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh konkret kepada rakyatnya. Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri menuturkan, siapapun yang menjadi pemimpin harus mau terjun ke lapangan ketika terjadi bencana atau musibah, tidak bisa hanya duduk di meja dan hanya menerima laporan begini begitu tanpa mengambil tindakan lebih lanjut. Seorang pemimpin yang bisa terjun ke lapangan secara langsung akan mendapatkan respect (rasa hormat) dari rakyatnya dan akan dinilai lebih baik oleh khalayak ramai. Rakyat sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mengayomi rakyatnya, yang tidak ragu mengotorkan tangan demi kesejahteraan rakyatnya.

Kedua, Hubungan yang Baik. Pemimpin harus memiliki hubungan yang baik terhadap rakyatnya agar ia bisa membuat nyaman dan aman rakyatnya. Perlu di ingat, bahwa setiap individu masyarakat memiliki kepribadian yang beragam dalam menanggapi kinerja pemimpin. Opini masyarakat tentang kinerja pemimpin bisa jadi bumerang bagi pemimpin itu sendiri. Menjadi seorang pemimpin harus benar – benar berbaur dengan rakyatnya, pemimpin harus mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah bagi rakyat dan harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dirasakan oleh rakyat yang di pimpinnya.

Ketiga, Komunikasi yang Baik. Pemimpin yang baik dan benar merupakan seseorang yang bisa berkomunikasi dengan perorangan ataupun kelompok secara jelas, tegas, dan dimengerti. Setiap perkataan seorang pemimpin akan sangat berpengaruh kedepannya, karena setiap ucapan yang dikeluarkan akan selalu dicermati oleh rakyat. Rakyat punya hak untuk mengetahui dan berpendapat setuju atau tidaknya terhadap kebijakan yang akan dikeluarkan. Pemimpin yang baik akan berkomunikasi dan mempertimbangkan apa yang jadi keinginan rakyatnya. Kita semua setuju bahwa komunikasi itu peranannya sangat fundamental di seluruh aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan pekerjaan. Komunikasi yang baik tentu akan menjadikan semua aspek tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Seorang pemimpin yang baik tentunya menyadari akan pentingnya komunikasi. Dan bukan hanya soal komunikasi itu sendiri, namun ia juga tahu bagaimana menciptakan suatu pola komunikasi yang efektif. Artinya, kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan.

Keempat, Bersikap Positif. Menjadi seorang pemimpin harus selalu bersikap positif. Setiap orang selalu tidak luput dari kesalahan, rakyat yang melakukan kesalahan perlu mendapatkan keadilan dalam bentuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang ada dan tidak membeda-bedakan siapapun rakyat yang melakukan kesalahan. Usut setiap permasalahan yang ada dan selesaikan permasalahan tersebut secara tuntas. Tidak menutup kemungkinan seorang pemimpin melakukan sebuah kesalahan, hal ini juga perlu ditindaklanjuti. Bukan hanya rakyat yang salah saja perlu diadili, tetapi pemimping juga. Sebagai pemimpin yang baik dan benar harus mengakui kesalahannya, dan pastinya harus siap menerima konsekuensi sesuai aturan yang telah ada.

Kelima, Punya Tujuan yang Jelas. Seorang pemimpin diharuskan bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dalam suatu negara. Pemimpin harus bisa membuat sebuah permasalahan tersebut selesai secara tuntas tanpa adanya masalah yang berkepanjangan. Pemimpin yang baik tidak akan meninggalkan dan menyerahkan tanggung jawab sebelum semuanya kembali normal lagi. Selain itu, salah besar jika pemimpin berpikir untuk melangkah tanpa memiliki tujuan yang jelas. Kendati situasi dan kondisi cenderung dinamis, namun jika sudah memiliki tujuan jelas di awal akan membuat selalu fokus dan berusaha untuk mencari penyelesaian manakala sedang terjebak di suatu permasalahan yang menghambat perkembangan kinerja dari pemerintah.

Uraian kriteria di atas, Penulis mencoba memberikan sedikit masukan agar rakyat menilai dan mempertimbangkan terlebih dahulu kelayakan seseorang untuk menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin bukanlah hal mudah, apalagi sebagai pemimpin negara, sangat perlu mempertimbangkan dari semua aspek, sehingga nantinya tidak menyengsarakan rakyat. Karena pada dasarnya pemimpin negara dipilih dengan maksud dan tujuan untuk mensejahterakan rakyat.(***).

Related posts