KPU Beltim: Kampanye Akbar Pilkada Ditiadakan

  • Whatsapp
Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serentak Lanjutan pada Pilkada Kabupaten Beltim di Rumah Makan Vega Manggar, Kamis (25/6/2020). (istimewa)

RAKYATPOS.COM, MANGGAR– KPU Belitung Timur (Beltim) memastikan bahwa pada pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 kampanye akbar ditiadakan. Namun partai politik masih bisa menggelar kampanye lewat pertemuan tatap muka terbatas.

Kepala Divisi Teknis Penyelenggara KPU Beltim, Yuli Restuwardi mengatakan dalam Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Tahun 2020 Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang membahas tentang perubahan aturan dalam pengumpulan masa.

“Pertemuan tatap muka harus menerapkan protocol kesehatan dan jumlah pesertanya pun disesuaikan dengan tempatnya. Misalnya saat sosialisasi sekarang ini,” kata Restu saat Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serentak Lanjutan pada Pilkada Kabupaten Beltim di Rumah Makan Vega Manggar, Kamis (25/6/2020).

Restu menyatakan sesuai SE tersebut Kampanye Akbar Partai Politik ditiadakan. Namun dapat diganti dengan pertemuan tatap muka yang dibatasi dengan syarat, ruang dan pesertanya memenuhi standar operasional pelaksanaan COVID 19.

Baca Lainnya

“Kampanye akbar tidak ada, ganti tatap muka terbatas. Hanya aturan mainnya jumlah masanya tidak dibatasi, yang penting pemenuhan SOP protokol itu. Misalnya jarak fisik ataupun kewajiban menggunakan alat pelindung diri,” jelas Restu.

Selain itu pula, untuk rekapitulasi perhitungan suara yang biasanya terbuka untuk umum nantinya hanya akan diwakili oleh maksimal dua orang perwakilan dari setiap parpol.

“Kegiatan rapat pleno rekapitulasi yang melibatkan partai politik di ruang tertutup dibatasi jumlahnya. Kalau dulunya kan dipersilahkan bawa masa sebanyak-banyak,” tambah Restu.

Menurut Restu keberhasilan penyelenggaraan Pilkada akan tergantung dari seluruh pihak dalam menjaga dan menerapkan SOP protocol kesehatan terutama dalam kegiatan pengumpulan masa.

“Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana memastikan seluruh pihak agar sama-sama mengikuti SOP. Kalau yang lain sih dak terlalu bermasalah,” ujarnya. (yan/rls)

Related posts