KPU Basel Ajukan Anggaran Pilbup Rp20 Miliar

  • Whatsapp

Akan Digelar Pada Tahun 2020

TOBOALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Selatan (Basel) akan mengajukan anggaran sebesar Rp20 milyar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup-Pilwabup) yang rencananya akan digelar pada tahun 2020 mendatang.

Ketua KPUD Basel, Amri R menyebutkan, anggaran rencananya digunakan untuk setiap tahapan Pilkada mulai dari logistik, teknis, sosialisasi, kampanye, pemutakhiran data dan keperluan lainnya.

“Saat ini, kami masih melakukan pembahasan. Dalam beberapa waktu hari kedepan akan kami ajukan kepada pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Amir, pada prinsipnya bulan September atau Oktober sudah masuk tahapan, namun untuk Pilkada sifatnya serentak. Untuk itu, pihaknya masih menunggu PKPU untuk tahapan Pilkada 2020.

“Untuk pelaksanaan tahapan Pilkada kami masih menunggu PKPU tahapan sebagai acuan awal pilkada yang terselip tanggal pelaksanaan pungut hitung yang ditetapkan KPU RI,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk pelaksanaan Pilkada Serentak, pihaknya belum melakukan persiapan khusus apapun. “Saat ini kami belum ada persiapan khusus, seperti yang saya sampaikan diawal, kami masih menunggu petunjuk dari KPU RI,” tegasnya.

Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Basel, Rahmad Nadi mengungkapkan, untuk tahapan pelaksanaan Pilkada, saat ini, pihaknya dalam tahap pengajuan anggaran ke Pemda.

“Beberapa hari ini, kami akan ajukan anggaran Pilkada ke Pemda. Untuk tahapan Pilkada, rencananya bulan September, namun pada prinsipnya kami tetap menunggu petunjuk KPU RI melalui KPU Provinsi,” imbuhnya.

Telah Siapkan Bukti

Sementara itu, berkenaan dengan gugatan di MK, KPUD Basel telah menyiapkan bukti, menghadapi terhadap Sopli caleg nomor urut 2 dari dapil IV DPRD Kabubaten Basel. Dirinya melayangkan gugatan kepada Hendri, caleg satu partai dan dapil dengan dirinya, atas selisis perolehan 8 suara pada Pemilu serentarak 17 April 2019 lalu.

Ketua KPUD Bangka Selatan, Amri menyebut, pihaknya telah menyiapkan bukti menghadapi gugatan Sopli, kendati masih menunggu final diterima atau tidaknya gugatan tersebut oleh MK 1 Juli 2019 mendatang.

“Walaupun gugatan ini belum tahu diregistrasi atau tidaknya oleh MK, tetapi sejumlah bukti sesuai isi petitum yang diajukan Pemohon (Sopli-red) kami (kpu-red) telah menyiapkan bukti sesuai di dalam petitum pemohon. Salah satunya menyiapkan kotak suara yang disampaikan pemohon,” ujar Amri. (raw/3)

Related posts