by

KPU Bangka Gelar Deklarasi Damai, Tiga Paslon Siap Menang, Siap Kalah

-Bangka-102 views
Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tarmizi Saat- Amri Cahyadi, Mulkan-Syahbudin dan Kemas Danial-Fadillah membacakan deklarasi damai pilkada di di halaman kantor KPU Bangka, Minggu (18/2/2018). (foto: Cepenk Susanti)

SUNGAILIAT – Tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka mengikuti deklarasi damai siap menang dan siap kalah pada Deklarasi Damai Pilkada Bangka tahun 2018, Minggu (18/2/2018) di halaman kantor KPU Bangka.

Ketua KPU Bangka Zulkarnain mengatakan, pihaknya sudah menetapkan zonasi, jadwal, waktu serta aturan pemasangan alat peraga kampanye dan penyebaran bahan materi kampanye.”Kami selaku penyelenggara berharap paslon dan tim mengikuti aturan supaya kampanye berjalan tertib, aman dan damai,” harap Zulkarnain.

Dalam deklarasi damai, lanjutnya, terpilih atau tidak terpilihnya paslon menandatangani naskah bersama. Naskah tersebut, kata dia, bukan hanya sekedar naskah formalitas tapi bisa diwujudkan pada pilkada.

Sementara itu, Anggota KPU RI, Pramono Ubaid yang hadir pada deklarasi kemarin mengatakan, 171 daerah yang melaksanakan pilkada 2018 melaksanakan deklarasi pilkada damai serentak.”Sebenarnya masa kampanye mulai tanggal 15, tiga hari setelah penetapan calon. Hari minggu deklarasi sehingga lebih meriah dan dapat memberikan sosialisasi bagi daerah yang melaksanakan pilkada,” kata Pramono.

Menurutnya, kegiatan deklarasi merupakan inisiatif dari leading sektor yaitu KPU tetapi tidak cukup KPU saja yang bertanggungjawab agar pilkada berjalan baik. Semua pihak berkontribusi dan bertanggungjawab untuk pilkada damai. “Yang utama adalah kepatuhan peserta. Publik menuntut KPU kerja profesional dan mandiri. Kali ini kita ajak paslon dan tim kampanye punya tanggungjawab sama sampai pemungutan suara dan dilantiknya nanti,” imbaunya.

Masa kampanye paslon, kata Pramono adalah untuk menyampaikan gagasan, visi, program, prestasi dan rekam jejak. Kelebihan apa dimiliki dibandingkan calon lain sehingga masyarakat tertarik memilih satu diantara tiga ini. Prestasi yang harus ditonjolkan, dengan tidak merendahkan paslon lain, lalu disebarkan tanpa ada bukti, bisa membuat masyarakat tersesat.

“Kampanye di dalamnya harus ada nilai pendidikan politik, mencerdaskan masyarakat kita tentang sosok, karakter yang harus jadi kepala daerah,” bebernya.

Menurut dia, walaupun pilkada menjadi arena pertarungan konflik diantara kepentingan parpol, kelompok tapi di dalamnya ada nilai persatuan yang harus dijaga. Usai membacakan deklarasi pilkada damai, ketiga paslon melakukan arak-arakan di sepanjang jalan di Kota Sungailiat dengan dimeriahkan berbagai bendera dan atribut parpol masing-masing pendukung.(snt/10)

Comment

BERITA TERBARU