KPPU Awasi Persaingan Usaha di Babel

  • Whatsapp
Surveyor Rudi Kurniawan menyerahkan cenderamata kepada Dosen Prodi Manajemen UBB Khairiyansyah.(foto: Desfiarini)

PANGKALPINANG -Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) berkerjasama dengan Center for Economics and Development Studies (CEDS) FEB Universitas Padjadjaran melakukan survei persaingan usaha daerah dengan responden Disperindag, Bank Indonesia (BI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Babel dan Universitas Bangka Belitung (UBB).

Hal ini disampaikan seorang surveyor, Rudi Kurniawan kepada Rakyat Pos, Rabu (11/9/2019) usai melakukan kunjungan di beberapa responden. Menurut dia, survei dilakukan untuk mengetahui kondisi persaingan usaha di daerah itu.

Menurut Rudi, survei yang sama juga dilakukan di beberapa provinsi diantaranya Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu dan Jambi. “Berkaitan dengan survei ini para peneliti dari KPPU ditugaskan diberbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya Rudi menerangkan KPPU merupakan lembaga independen yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan UU Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha sehat.

“Praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat dapat menghambat aktivitas ekonomi yang pada gilirannya dapat menghambat perkembangan ekonomi daerah.

Dr.Reniati, SE, M.Si Dekan UBB mengemukakan indikasi struktur pasar oligopoli, khususnya dalam sektor perikanan yang mengarah ke pengaturan harga. Hal tersebut disampaikan Reni di Kampus UBB, Selasa (10/9/2019).

Sementara itu, Khairiyansyah, Dosen Prodi Manajemen UBB mengatakan keberadaan KPPU di Bangka Belitung penting. Diperlukannya untuk melakukan pengawasan terhadap pelaku-pelaku usaha yang ada.

Menurutnya dipandang secara umum , bidang usaha yang ada masih termasuk katagori stabil. Walaupun ada terjadi beberapa gejolak namun semua bisa diredam dan akhirnya tidak terjadi gejolak yang terlalu berarti.

“Seperti munculnya moda tranportasi online, kemudian Indomaret yang sebelumnya ditolak kehadirannya. Untuk sementara ini belum ada dampak yang terlihat,” ungkapnya. (DF/10)

Related posts